Arus Mudik di Tanjung Perak Diprediksikan Naik 5 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan pemudik turun di Pelabuhan Tanjung Perak. Kepadatan ini meningkat jelang hari raya Lebaran. Surabaya, 6 Juli 2015. FULLY SYAFI

    Ribuan pemudik turun di Pelabuhan Tanjung Perak. Kepadatan ini meningkat jelang hari raya Lebaran. Surabaya, 6 Juli 2015. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Surabaya - Arus mudik Lebaran 2015 melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, diprediksikan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Perak, Dhany Rachmad Agustian, memperkirakan kenaikan itu antara 4-5 persen.

    “Penumpang yang naik menjadi sekitar 67 ribu orang dan jumlah penumpang yang turun, kami perkirakan mencapai 91 ribu orang," katanya saat dihubungi, Kamis 9 Juli 2015.

    Penyebab meningkatnya jumlah penumpang mudik dan balik dari kawasan Indonesia Timur ini, disebutkan Dhany, adalah kebiasaan membawa kerabat atau sanak saudara ke tempat perantauan. “Kalau arus balik biasanya mereka membawa kerabat untuk diajak menjadi tenaga kerja sektor non formal di perkebunan.”

    Dhany mengungkapkan, arus mudik dan balik di Tanjung Perak sudah dimulai sejak H-15 dan diproyeksikan hingga H+15. Hingga hari ini, tercatat sekitar 21 ribu orang turun di terminal penumpang sementara.

    Ia menambahkan, arus mudik penumpang kapal mencapai puncaknya saat H-7, Jumat 10 Juli 2015. Ini karena rata-rata perjalanan mereka dari kawasan Indonesia Timur sejak tiga hari sebelumnya. "Besok kemungkinan sudah puncak (H-7, red), hampir 6 ribu orang akan turun,” kata Dhany.

    Pihaknya mengklaim telah mempersiapkan dua gedung terminal penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak, yakni terminal penumpang sementara dan terminal Gapura Surya Nusantara. Terminal penumpang sementara terletak di sebelah Barat terminal GSN dan mampu menampung 2.500 orang.

    Jika terjadi keterlambatan kedatangan kapal, para calon penumpang kapal laut diperbolehkan menginap. "Untuk terminal penumpang GSN berkapasitas 4 ribu penumpang dan tetap melayani debarkasi penumpang di mana dua jam sebelum keberangkatan kami buka khusus untuk para calon penumpang,” kata dia.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.