SBMPTN, Peserta Tunanetra Tetap Santai Meski Gagal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah peserta tunanetra di Bandung bersikap santai menghadapi hasil pengumuman seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) Kamis, 9 Juli 2015. Walau hasilnya ada yang tidak sesuai keinginan, harapan masih menyala untuk kuliah di kampus swasta maupun ingin mencoba lagi tes seleksi mandiri.

    Latifah Maurinta Wigati, lulusan SMAN 6 Bandung, sempat kesulitan melihat hasil pengumuman di website SBMPTN yang mulai dibuka panitia pada pukul 17.00 WIB. Sejam lewat, ia baru bisa mengetahui hasilnya. “Tidak ada yang keterima, tapi saya biasa saja, tidak terlalu berharap juga,” ujarnya.

    Rinta, panggilan kesehariannya, memilih tiga program studi di dua kampus negeri di Bandung. Pilihan pertama sastra Inggris dan kedua sastra Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Adapun pilihan ketiganya sastra Indonesia Universitas Padjadjaran. “Rencananya tahun ini juga kuliah daftar ke kampus swasta,” ujarnya.

    Ismi, peserta tunanetra lainnya, mengaku belum sempat membuka hasil pengumuman SBMPTN. Lulusan SMAN 7 Bandung itu mengincar kursi di program studi seni musik UPI. “Kalau tidak lolos, saya masih mau coba seleksi mandiri,” kata dia.

    Di antara 40-an ribu peserta SBMPTN di Bandung pada 9 Juni 2015, ada 22 peserta berkebutuhan khusus yang ikut bersaing. Mereka yang datang dengan keterbatasan fisik, seperti tunarungu, tunanetra, dan tunadaksa, ikut tes demi meraih cita-cita, seperti menjadi psikolog atau guru bahasa asing.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.