Dinilai Berkinerja Rendah, Publik Tak Menyesal Pilih Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pertanyaan dalam acara buka puasa bersama dengan ratusan anak yatim piatu di Istana Negara, Jakarta, 18 Juni 2015. Jokowi mengundang 400 anak  yatim piatu dari 12 panti asuhan yang ada di Jabodetabek. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pertanyaan dalam acara buka puasa bersama dengan ratusan anak yatim piatu di Istana Negara, Jakarta, 18 Juni 2015. Jokowi mengundang 400 anak yatim piatu dari 12 panti asuhan yang ada di Jabodetabek. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepuasan publik atas kinerja Jokowi memang cukup rendah, hanya 40,7 persen. Namun, uniknya, mayoritas pemilih Jokowi tak menyesal telah mencoblos mantan Wali Kota Solo itu dalam pemilihan presiden 2014.

    Survei yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan, hanya 11 persen pemilih Jokowi yang mengaku menyesal dengan pilihannya. Mayoritas 87,9 persen tidak menyesal.

    "Kita harus kritis melihat ini. Bila jumlah pemilih yang menyesal ditambah dengan yang tidak memilih Jokowi dalam pilpres lalu, maka ini sudah menjadi jumlah mayoritas," kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan dalam diskusi Evaluasi Publik Nasional Satu Tahun Pemerintahan Jokowi di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2015.

    Sigi dilakukan pada Juni 2015 terhadap 1.220 responden di 34 provinsi dengan metode wawancara tatap muka.

    Dalam survei yang sama menunjukkan kinerja Jokowi dinilai rendah oleh publik. Sejak satu tahun terpilih menjadi presiden, hanya 40,7 persen publik yang puas dengan kinerja Presiden Indonesia ketujuh itu.

    Bila dibandingkan dengan Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono, angka kepuasan terhadap kinerja Jokowi cukup rendah. Dalam awal masa kepemimpinannya, SBY selalu berhasil meraih angka kepuasan di atas 60 persen.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.