Kapolda Jabar Izinkan Pemudik Leyeh-leyeh di Pos Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Deddy Mizwar membagikan peta mudik kepada sejumlah pengendara yang melintas di pintu tol Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, 9 Juli 2015. Peta tersebut guna sambut mudik lebaran 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Deddy Mizwar membagikan peta mudik kepada sejumlah pengendara yang melintas di pintu tol Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, 9 Juli 2015. Peta tersebut guna sambut mudik lebaran 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Moechgiyarto mengatakan, persiapan arus mudik Lebaran 2015 sudah seratus persen siap. Selain kesiapan infrastruktur, persiapan keamanan sudah disiapkan untuk meminimalisasi kecelakaan dan aksi kejahatan selama arus mudik tahun ini.

    "Kami sudah siap, H-10 harus sudah siap. Insya Allah cek terakhir kemarin sudah beres semuanya," ujar Moechgiyarto di sela-sela upacara operasi Ketupat Lodaya 2015 di Lapangan Gasibu, Bandung, Kamis, 9 Juni 2015.

    Ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 365 pos polisi yang disebar di sejumlah jalur rawan macet dan kecelakaan yang bakal dilalui para pemudik di wilayah Jawa Barat. Pos tersebut terdiri dari pos pengamanan, pelayanan, dan kesehatan. Selain itu, tiga pos utama telah dibuat di kawasan Nagreg, Cikopo, dan Kanci. "Kita mulai H-7 dan H+7, pelaksanaan operasi sekitar 16 hari. Terhitung besok jam 00.00 petugas akan kami gelar di 229 pos pengamanan, 33 pos pelayanan, dan 3 pos utama," ujar dia.

    Menurut dia, sedikitnya sekitar 31.912 personel dari lintas aparat dikerahkan untuk mengamankan arus mudik Lebaran tahun ini. Personel itu terdiri atas satuan polisi, TNI, Satpol PP, Dishub, patroli keamanan sekolah, pramuka, dan organisasi masyarakat. "Kami melakukan operasi gabungan dan cipta kondusif sebelum dan setelah Lebaran," ujar dia.

    Moechgiyarto mengatakan, pos polisi yang berada di setiap jalur tersebut, dapat digunakan sebagai tempat istirahat untuk para pemudik kelelahan. "Tentu pos polisi juga berfungsi sebagai tempat istirahat," ujar dia.

    Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Seperti kesehatan badan dan kesiapan kendaraan. “Kemudian pada saat perjalanan saya mohon jaga keamanan dan patuhi aturan lalu lintas di jalan,” katanya.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.