Pemkot Bandung Ambil Alih Infrastruktur KAA dari Swasta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan Parade Asia Afrika yang merupakan rangkaian acara peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Warga menyaksikan Parade Asia Afrika yang merupakan rangkaian acara peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Pemerintah Kota Bandung bakal mengambil alih sejumlah infrastruktur Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang dibangun melalui dana hibah dari pihak swasta. Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung, Arief Pratama, mengatakan, pihaknya akan segera membuat kesepakatan serah terima dengan pihak swasta yang membangun enam item infrastruktur yang berkenaan dengan instansinya. "Sebagian infrastruktur sudah serah terima," kata Arief saat dihubungi melalui telepon, Kamis, 9 Juli 2015.

    Arief menambahkan, infrastruktur yang sudah diambil alih oleh Diskamtam Kota Bandung adalah taman air mancur warna-warni menari atau Taman Vanda dan Taman Jalan Djundjunan. Total kedua infrastruktur tersebut mencapai Rp 7 miliar. "Tapi mereka (swasta) ingin mengelola kembali. Jadi dirawat lagi sama mereka," ujarnya.

    Beberapa infrastruktur KAA lainnya yang belum diambil oleh Diskamtam adalah taman dan menara jam Simpang Lima, bola-bola batu Asia-Afrika, dan kursi-kursi di sepanjang Jalan Asia-Afrika. Arief berupaya juga agar infrastruktur ini dimasukan dalam satu paket pemeliharaan bersama Taman Vanda dan Taman Djundjunan. "Lagi dibujuk buat pelihara yang lainnya," ucapnya.

    Dihubungi terpisah, Didi Ruswandi, Sekretaris Dinas Binamarga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, mengatakan, pihaknya akan mengambil alih dua infrastruktur KAA hibah dari swasta. "Ada trotoar Jalan Asia-Afrika (dari Simpang Lima sampai Alun-alun) dan gapura Jalan Dalem Kaum," kata Didi.

    Setelah dihitung, nilai aset dia infrastruktur yang akan diambil alih oleh DBMP mencapai Rp 5,7 miliar dengan rincian trotoar senilai Rp 4,9 miliar dan gapura Dalem Kaum senilai Rp 880 miliar. "Pemeriksaan teknis dan administrasi untuk serah terima sudah dilakukan. Draf berita acara serah terima sudah disiapkan," ujarnya.

    Meski demikian, proses serah terima itu masih terkendala karena harus menunggu salah satu direktur perusahaan pemberi hibah pulang dari luar negeri. "Untuk gapura kalau tidak ada halangan besok akan ditandatangani," katanya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.