Bareskrim Akan Jerat 3 Kepala Daerah Jadi Tersangka Korupsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso memberi hotmat seusai upacara kenaikan pangkat perwira tinggi di Mabes Polri, Jakarta, 5 Februari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso memberi hotmat seusai upacara kenaikan pangkat perwira tinggi di Mabes Polri, Jakarta, 5 Februari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan dalam waktu dekat bakal menatapkan tiga Kepala Daerah sebagai tersangka. Di antaranya dua Bupati dan satu Gubernur.

    "Nanti saja. Mereka masih aktif semua," kata dia menolak menyebut identitas Kepala Daerah yang dimaksud, di Bareskrim, Kamis, 9 Juli 2015. "Yang jelas kasus korupsi."

    Ketiga Kepala Daerah itu, kata Waseso, terkait kasus korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp 35 miliar. Ia pun telah mendelegasikan Direktur Tindak Pidana Korupsi untuk merilis kasus ini. "Saya perintahkan untuk gelar ulang, kalau sudah firm dan bulat, segera sampaikan," ujarnya.

    Waseso menerangkan tahap penyelidikan kasus tersebut telah dilaksanakan sejak sebulan lalu. Dasarnya yakni laporan masyarakat dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan. "Kalau tidak salah, hari ini BPK merilis beberapa kerugian negara dari permasalahan yang kami minta," ujarnya.

    Sebelumnya, Waseso mengatakan akan mengusut sembilan kasus korupsi skala besar bernilai triliunan rupiah. Selain itu, Bareskrim juga akan mengusut 23 kasus korupsi bernilai ratusan miliar dan 35 kasus korupsi bernilai puluhan miliar.

    Waseso menolak menyebutkan kasus apa saja yang bakal ditanganinya. Hanya saja, sembilan kasus bernilai triliunan rupiah itu salah satunya berasal dari dugaan korupsi penjualan kondensat dari SKK Migas kepada PT Trans-Pasific Petrochemical Indotama.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.