Survei: Mayoritas Publik Tak Puas terhadap Kinerja Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo tiba di kantor Tempo, Kebayoran baru, Jakarta, 11 Juli 2014. 8 lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi-JK dalam hitung cepat Pilpres 2014. Delapan lembaga ini menunjukkan Jokowi-JK menang dengan selisih suara berkisar 1,9 sampai 6,74 persen. TEMPO/Subekti

    Joko Widodo tiba di kantor Tempo, Kebayoran baru, Jakarta, 11 Juli 2014. 8 lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi-JK dalam hitung cepat Pilpres 2014. Delapan lembaga ini menunjukkan Jokowi-JK menang dengan selisih suara berkisar 1,9 sampai 6,74 persen. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden Joko Widodo ternyata cukup rendah. Sejak satu tahun terpilih menjadi presiden, hanya 40,7 persen publik yang puas atas hasil kerja mantan Wali Kota Solo itu.

    Hal ini terlihat dari hasil survei yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting. Sigi dilakukan pada Juni 2015 terhadap 1.220 responden di 34 provinsi dengan metode wawancara tatap muka.

    Dalam survei yang sama, 31,5 persen responden mengatakan kondisi ekonomi saat ini menurun dibanding saat Jokowi dilantik menjadi Presiden, yaitu Oktober 2014. Yang mengatakan lebih baik hanya 24 persen, sisanya menjawab tidak ada perubahan.

    "Kalau dibandingkan dengan sebelum dilantik, maka wajar menurun lalu berdampak dengan kepuasan kinerja. Soalnya, Jokowi di masa awal pemerintahan langsung menaikan harga BBM," kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan dalam diskusi "Evaluasi Publik Nasional Satu Tahun Pemerintahan Jokowi" di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2015.

    Ihwal kondisi penegakan hukum di Indonesia, hanya 32 persen responden yang menganggap keadaannya lebih baik dibanding sebelum Jokowi dilantik. Sedangkan 38 persen responden menganggap Jokowi tak memperburuk penegakan hukum di Indonesia.

    Kasus-kasus yang menjadi contoh, kata Djayadi, kisruh Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Polri dan wacana revisi Undang-Undang KPK untuk memperlemah lembaga antirasuah itu.

    INDRI MAULIDAR 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.