Pengumuman SBMPTN Dibuka Pukul 17.00 Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengumuman SNMPTN. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pengumuman SNMPTN. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Bandung - Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan membuka akses pengumuman hasil pada Kamis, 9 Juli 2015 mulai pukul 17.00 WIB. “Besoknya (Jumat) masih bisa dilihat di koran,” kata Ketua Panitia Lokal SBMPTN Bandung Bermawi Priyatna Iskandar.

    Sore ini peserta SBMPTN bisa langsung melihat hasil ujiannya sebulan lalu. Peserta diminta memasukkan nomor peserta ke situs SBMPTN yang tersebar di sebelas situs kampus negeri. “Nanti hasilnya ada tulisan diterima di program studi atau fakultas pilihannya,” kata Bermawai.

    Baca juga:
    Kisah  Tragis Ayu dan Belasan Gadis yang Dibawa ke Hotel, Dijebak
    Kagumi Indonesia, Manny Pacquiao ke Rumah Mbah Marijan
     

    Sebaliknya jika gagal, peserta dinyatakan belum berhasil dan panitia tetap memberi semangat. Menurut Bermawi, satu nomor peserta hanya berlaku untuk melihat hasil ujiannya sendiri. “Tidak bisa untuk melihat hasil temannya atau orang lain,” ujarnya.

    Peserta bisa melihat hasil SBMPTN 2015 di situs sebelas kampus, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro serta Universitas Airlangga. Atau bisa juga ke website kampus Universitas Gadjah Mada, Universitas Sriwijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Tanjungpura, Universitas Andalas dan IPB Bogor.

    Dengan total peserta SBMPTN 2015 sekitar 660 ribu orang, kata Bermawi, rata-rata tiap situs kampus dikunjungi 60 ribu peserta yang ingin mengetahui hasil SBMPTN. Sejauh ini server disiapkan agar tak jebol atau turun ketika ribuan peserta serempak membuka laman pengumuman kelulusan. “Kami juga siapkan generator set untuk antisipasi padamnya listrik,” ujarnya.

    ANWAR SISWADI

    Baca juga:
    Pastikan Kematian Angeline, Margriet Injak Kaki dan...
    Pria Sydney Akhirnya Bongkar Peran Putri Margriet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.