Di Selat Bali, Setiap Kapal Dijaga Polisi Bersenjata Lengkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. TEMPO/Ika Ningtyas

    Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. TEMPO/Ika Ningtyas

    TEMPO.COBanyuwangi - Semua kapal penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, dan Gilimanuk, Bali, mulai hari ini hingga tujuh hari setelah Lebaran dijaga polisi. “Kami bekerja sama dengan Polres Jembrana untuk berjaga di kapal,” kata Kepala Kepolisian Resor Banyuwangi Ajun Komisaris Besar Bastoni Purnama, Kamis, 9 Juli 2015.

    Setiap kapal, ucap Bastoni, dijaga satu personel bersenjata lengkap. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Ketapang akan dijaga polisi dari Polres Banyuwangi. Sebaliknya, kapal dari Pelabuhan Gilimanuk dijaga personel Polres Jembrana.

    Bastoni menjelaskan, penjagaan di kapal tersebut untuk mengantisipasi kejahatan yang bisa menimpa pemudik, seperti pencurian.

    Secara keseluruhan, Polres Banyuwangi menyiagakan 195 personel untuk berjaga di Pelabuhan Ketapang. Selain di kapal, penjagaan difokuskan di pintu masuk, pintu keluar, dan area parkir. Pengamanan juga ditambah dengan menerjunkan satu kompi atau seratus personel dari Brigade Mobil (Brimob) Bondowoso.

    Manajer Operasional PT ASDP Pelabuhan Ketapang Saharuddin Koto menuturkan pihaknya menyiapkan 50 kapal untuk mengangkut pemudik tahun ini. Jumlah kapal yang beroperasi tersebut bertambah dua unit dari tahun lalu. “Tahun lalu hanya 48 kapal,” ujarnya.

    PT ASDP memperkirakan puncak arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk terjadi pada dua dan sehari menjelang Lebaran. Untuk mengurai kemacetan, PT ASDP Ketapang menambah satu dermaga, sehingga dermaga yang beroperasi berjumlah tujuh unit.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.