Ayah Aniaya Anak Hingga Tewas Pecandu Narkoba, Pengangguran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota polisi memeriksa saksi mata, Indiriani (9) yang merupakan adik kandung dari Tiara  saat melaporkan kejadian pembunuhan di Polsek Makassar, Sulawesi Selatan, 09 Juli 2015. Tiara tewas karena dipukuli ayah kandungnya, Rudi Haeruddin dengan menggunakan sapu dan balok kayu di rumahnya di Jalan Rappocini, Makassar. TEMPO/Iqbal Lubis

    Seorang anggota polisi memeriksa saksi mata, Indiriani (9) yang merupakan adik kandung dari Tiara saat melaporkan kejadian pembunuhan di Polsek Makassar, Sulawesi Selatan, 09 Juli 2015. Tiara tewas karena dipukuli ayah kandungnya, Rudi Haeruddin dengan menggunakan sapu dan balok kayu di rumahnya di Jalan Rappocini, Makassar. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Ibu Tiara, Ani, 30 tahun, mengatakan suaminya, Rudi Haeruddin, 35 tahun, yang membunuh anak kandungnya merupakan pecandu narkoba. Namun ia tak tahu narkotik jenis apa yang dikonsumsi suaminya. "Iya pakai narkoba. Tapi dia tidak pernah di depan saya. Dia pakai itu baru dan biasa dihasut sama teman-temannya," katanya kepada Tempo, Kamis, 9 Juli 2015.

    Selain menggunakan narkoba, Ani mengatakan suaminya juga merupakan pemabuk. Namun kebiasaan itu telah ditinggalkannya dalam dua minggu terakhir. Ani yang bekerja sebagai buruh cuci dan penjual kue itu mengaku tak mengetahui dari mana suaminya mendapatkan uang untuk membeli barang haram itu. Sebab, suaminya itu tak mempunyai pekerjaan tetap.

    Informasi bahwa Rudi merupakan pengguna narkoba pun disampaikan tetangganya, Kasmia, 42 tahun. Ia mengatakan bapak tiga anak itu memang menggunakan narkotik beberapa waktu terakhir ini. Itu sudah jadi rahasia umum warga sekitar. "Kalau minum (alkohol) sudah tidak selama Ramadan," ucap penjual kue itu.

    Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Makassar Komisaris Sudaryanto mengatakan pihaknya memang menerima kabar bahwa pelaku adalah pecandu narkoba dan pemabuk. Toh demikian, pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut lantaran pelaku belum tertangkap. "Nanti kalau sudah ditangkap baru kita lakukan tes darah, tes urine, dan tes rambut," tuturnya.

    Rudi masih buron setelah menganiaya anaknya di rumahnya di Jalan Rappocini Raya Gang I, Kecamatan Makassar, Selasa, 7 Juli, sekitar pukul 21.00 Wita. Dengan brutal dia memukuli tengkuk dan kaki Tiara menggunakan sapu dan balok kayu. Korban sempat dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo sampai akhirnya dinyatakan tewas pada Rabu, 8 Juli, sekitar pukul 07.00 Wita.

    Dari pantauan Tempo, TKP yang juga merupakan rumah pelaku dan korban sudah dipasangi garis polisi. Rumah dengan ukuran kira-kira 3 x 3 meter itu terdiri atas dua lantai. Rumah itu tampak belum selesai. Susunan batu bata rumah itu masih terlihat karena belum diplester. Ani mengaku belum pernah kembali ke rumahnya lagi karena takut suaminya tiba-tiba datang dan memukulinya.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.