Soal Pembalut Berklorin, YLKI Minta Standardisasi Kandungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalut Wanita. amazon.com

    Pembalut Wanita. amazon.com

    TEMPO.COJakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mendesak agar Badan Standardisasi Nasional merevisi Standar Nasional Indonesia untuk produk pembalut wanita. Mereka meminta klorin pada pembalut dianggap bahan terlarang.

    "Setidaknya harus ada ambang batas maksimum penggunaan," kata pengurus harian YLKI, Tulus Abadi, melalui keterangan persnya yang diterima Tempo, Kamis, 9 Juli 2015. 

    Badan standardisasi makanan Amerika, Food and Drug Administration (FDA), ucap dia, merekomendasikan bahwa batas maksimum penggunaan klorin pada pembalut adalah 0,1 part per million (ppm).

    Tiga hari lalu, YLKI mempublikasikan hasil uji laboratorium terhadap pembalut wanita dan pantyliner. Dari hasil tersebut, terdapat sembilan merek pembalut dan tujuh merek pantyliner yang mengandung klorin dengan kadar yang sangat tinggi. Kadarnya adalah 6-55 ppm.

    Menanggapi hal itu, Kementerian Kesehatan justru menyatakan sebaliknya. Menurut mereka, klorin pada pembalut dinyatakan aman. Kementerian bahkan meminta YLKI mengonfirmasi lagi hasil penelitiannya tersebut.

    Tulus mengklaim banyak dokter kandungan yang menyatakan klorin pada pembalut sangat berbahaya bagi kandungan dan alat reproduksi perempuan. 

    Tak cuma bisa menimbulkan gatal dan iritasi, kandungan klorin juga menyebabkan kemandulan, bahkan kanker.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.