Ini Pesan Hendropriyono kepada Kepala BIN Sutiyoso

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal (Purn), Abdullah Makhmud Hendropriyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jenderal (Purn), Abdullah Makhmud Hendropriyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Kepala Badan Intelijen Negara Abdul Machmud Hendropriyono mengatakan Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara yang baru harus mewaspadai beberapa kondisi genting yang berpotensi krisis. Berdasarkan pengalaman krisis 1997, ada beberapa momentum di mana kondisi serupa bisa terjadi.

    Dalam jangka pendek, kata Hendro, momen yang harus diwaspadai antara lain pada saat reshuffle kabinet atau menjelang pemilihan kepala daerah serentak. "Namun krisis hanya akan kembali terjadi jika dipicu oleh rusuh terhadap perbankan nasional dan adanya demonstrasi besar di berbagai daerah," kata Hendro dalam pesan singkat yang diterima Tempo, Kamis, 9 Juli 2015.

    Momen lain yang kemungkinan akan memicu aksi krisis adalah rendahnya penyerapan anggaran pendapatan dan belanja negara, melencengnya target pendapatan pajak, membengkaknya defisit anggaran, hingga pelemahan rupiah.

    Jika usai Lebaran nanti kondisi perekonomian semakin memburuk, Hendro mengatakan bahwa Dewan Ketahanan Nasional harus membuat semacam perkiraan keadaan strategis. "Misalnya dengan menarik masuk para pakar yang berpengalaman ke dalam pemerintahan."

    Bekas Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kemarin, Rabu, 8 Juli 2015, resmi menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara. Dia dilantik di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo. Sutiyoso yang menggantikan posisi Marciano Norman dinyatakan lulus uji kepatutan dan kelayakan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara pada 30 Juni 2015. Proses uji kelayakan dilakukan oleh Komisi I DPR yang membidangi Pertahanan dan Intelijen.‎

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.