Soal Wakil Panglima, Ini Kata Gatot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat diambil sumpah sebagai Panglima TNI di di Istana Negara, Jakarta, 8 Juli 2015. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dilantik sebagai Panglima TNI dan Letnan Jenderal (Letjen) TNI Purn. Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Tempo/ Aditia Noviansyah

    Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat diambil sumpah sebagai Panglima TNI di di Istana Negara, Jakarta, 8 Juli 2015. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dilantik sebagai Panglima TNI dan Letnan Jenderal (Letjen) TNI Purn. Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan belum memutuskan siapa nama calon wakil panglima. Dia menyatakan masih akan menunggu struktur organisasi wakil panglima itu diteken Presiden Joko Widodo.

    "Jadi begini, Jenderal Moeldoko sudah menyampaikan usulan tentang wakil panglima, sehingga kita menunggu saja Bapak Presiden bagaimana," kata Gatot, di Istana Negara, Rabu, 8 Juli 2015.

    Gatot mengatakan masih akan menunggu pengesahan keputusan presiden tentang pembentukan struktur wakil panglima. Kemudian, dia akan mencari orang yang tepat mengisi posisi pembantu Panglima itu. "Organisasinya saja dulu di-acc, baru kemudian dicari orangnya," ucapnya.

    Sebelumnya Gatot pernah memastikan wakil panglima nanti tidak akan berasal dari matra darat. Hal ini untuk menjunjung asas keadilan karena tak mungkin TNI dipimpin oleh dua orang dari matra yang sama.

    "Panglima Moeldoko sudah mengajukan kepada Staf Kepresidenan untuk ada wakil panglima tapi belum diputuskan, yang pasti bukan dari darat," ujar Gatot di halaman Kantor Presiden, Kamis, 2 Juli 2015.

    REZA ADITYA|TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.