SMS Penculikan Angeline Ini Bikin Orang AustraliaTerkecoh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe menjadi tersangka kasus pembunuhan Angeline di Markas Polresta Denpasar, Bali, 30 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe menjadi tersangka kasus pembunuhan Angeline di Markas Polresta Denpasar, Bali, 30 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar -Munculnya saksi baru dalam kasus pembunuhan Angeline, Christopher Burns, diduga terkait dengan dugaan penipuan yang dilakukan Yvonne Caroline Megawe untuk penggalangan dana bantuan. Yvonne adalah kakak angkat Angeline, bocah 8 tahun yang ditemukan tewas terkubur pada Rabu, 10 Juni 2015.

    "Dugaan penipuan itulah yang melatarbelakangi saksi CB (Christopher Burns) untuk menawarkan diri memberikan keterangan kepada polisi," kata Siti Sapurah, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Denpasar, kepada Tempo di Denpasar, Selasa, 7 Juli 2015.

    Dalam jumpa pers beberapa hari lalu, Hotman Paris Hutapea, pengacara tersangka Agustinus Tai Hamdani, mengatakan Christopher pernah menerima pesan pendek penculikan yang diduga fiktif dari Yvonne pada 18 Mei 2015, atau dua hari setelah Angeline dilaporkan hilang oleh Margriet Christina Megawae, ibu angkatnya.
     
    Hotman menunjukkan pesan itu kepada Tempo. Pesan pendek tersebut berisi tuntutan penculik yang diklaim diterima oleh Yvonne via SMS. SMS itu menyebutkan penculik minta tebusan Rp 150 juta dan harus dikirimkan via ATM transfer ke rekening BRI dengan nomor 31050-10007-83506, maksimal enam jam setelah SMS itu diterima.

    "Yang jelas Christopher terima pesan itu dari Yvonne. Nanti polisi yang membuktikan Yvonne siapakah dia," kata Hotman di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, tiga hari lalu. "Jika keterangan Chris soal SMS lengkap dan benar adanya, polisi bisa menyeret tersangka lain dalam kasus ini."

    Siti Sapurah mengatakan, Christopher hampir mentransfer uang tebusan karena rasa empati kepada Yvonne. Christopher mengurungkan niatnya setelah berkonsultasi dengan Siti Sapurah. Siti mengatakan, Christopher harus lebih berhati-hati karena banyak pihak yang mungkin saja memanfaatkan kasus ini untuk cari keuntungan pribadi.

    Yvonne terang-terangan menampik tudingan Christopher. Menurut Yvonne, komunikasi pesan itu tidak mungkin terjadi karena semua data teleponnya sudah diserahkan kepada polisi. "Semua transaksi chatting sudah dilacak oleh polisi dan semua data telepon juga sudah diserahkan kepada polisi," kata dia.

    Dia mengklaim tidak pernah menerima sepeser pun uang dana bantuan dari Christopher. Yvonne juga mengaku tidak tahu-menahu terkait sayembara di sosial media bagi yang menemukan Angeline akan mendapat Rp 40 juta. Menurut dia, pengalangan dana ditangani Christopher sebagai pengelola bantuan.

    Pihaknya mengaku tidak tahu karena saat itu sibuk mencari Angeline. “Mereka bilang ingin menggalang dana untuk membantu,” ujar putri sulung Margriet itu di Markas Kepolisian Daerah Bali, Selasa, 7 Juli 2015.

    Dalam kasus pembunuhan Angeline, Polda Bali sudah menetapkan Agustinus sebagai tersangka. Belakangan polisi menetapkan Margriet sebagai tersangka pembunuh anak angkatnya itu. Margriet dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati.

    AVIT HIDAYAT | YOLANDA RYAN ARMINDYA| DAVID PRIYASIDHARTA | BC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.