Kisah Pimpinan KPK Tolak Karangan Bunga Lebaran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kurir mengantarkan karangan bunga untuk dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Taufiequrrachman Ruki dan Johan Budi Sapto Pribowo di gedung KPK, Jakarta, 7 Juli 2015. Karangan bunga dari pemerintah Taiwan, The Taipei Economic and Trade Officee (TETO) tersebut akan dilaporkan ke bagian gratifikasi KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kurir mengantarkan karangan bunga untuk dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Taufiequrrachman Ruki dan Johan Budi Sapto Pribowo di gedung KPK, Jakarta, 7 Juli 2015. Karangan bunga dari pemerintah Taiwan, The Taipei Economic and Trade Officee (TETO) tersebut akan dilaporkan ke bagian gratifikasi KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mendapat kiriman bunga anggrek dari pemerintah Taiwan, The Taipei Economic and Trade Office. Karangan bunga itu bertulisan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H" dan berakhir di Bagian Gratifikasi KPK.

    Bunga berwarna kuning dan ungu itu tiba pada pukul 14.00, Selasa, 7 Juli 2015, diantar dua kurir. Identitas penerima pada kartu ucapan membuat heboh wartawan di gedung KPK. "Wah, Pak Ruki dan Pak Johan dapat gratifikasi," ujar salah seorang wartawan. Seketika, juru kamera berebutan mengambil gambar bunga itu.

    Bunga anggrek kuning dialamatkan untuk pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki. Sedangkan bunga ungu dikirim untuk pelaksana tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Pribowo. "Itu ucapan Lebaran dari pemerintah Taiwan. Pak Ruki dan yang lain juga dapat," kata Johan melalui pesan instan WhatsApp, Selasa, 7 Juli 2015.

    Meski dikirimi bunga, Johan mengaku tak mengenal pengirimnya. Namun, menurut Johan, secara kelembagaan KPK memang pernah berhubungan dengan pemerintah Taiwan, misalnya dalam kegiatan seminar antikorupsi yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di sana.

    "Karangan bunga akhirnya kami laporkan ke Bagian Gratifikasi KPK," kata Johan. Seluruh pegawai komisi antirasuah memang dilarang menerima apa pun walaupun benda itu tidak tergolong mewah.

    MUHAMAD RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.