BBPOM Kembali Temukan Mi dan Ikan Asin Berformalin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Balai Besar Pengawas Obat & Makanan memeriksa produk impor saat sidak jelang Ramadan di Setiabudi Supermarket, Bandung, Jawa Barat, 16 Juni 2015. Petugas melakukan uji kandungan di tempat dan mendapati sejumlah produk yang diduga beredar tanpa izin dan tidak terdaftar. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas Balai Besar Pengawas Obat & Makanan memeriksa produk impor saat sidak jelang Ramadan di Setiabudi Supermarket, Bandung, Jawa Barat, 16 Juni 2015. Petugas melakukan uji kandungan di tempat dan mendapati sejumlah produk yang diduga beredar tanpa izin dan tidak terdaftar. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung menemukan beragam jenis makanan berbahaya yang tersebar di empat pasar di Kota Bandung. Hasil tersebut diperoleh setelah BBPOM melakukan Operasi Intensifikasi Pangan, Selasa, 7 Juli 2015.

    "Dari hasil operasi diperoleh beberapa jenis pangan mengandung zat kimia berbahaya, di antaranya mi basah, terasi, ikan asin, kerupuk melarat, kerupuk mentah, agar-agar rumput laut, dan pacar Cina," kata Fauzi Ferdiansyah, petugas BBPOM yang melakukan sidak.

    Sidak tersebut dilakukan di empat titik berbeda, di antaranya Pasar Cihaurgeulis, Pasar Sadag Serang, Pasar Ujungberung, dan Pasar Gedebage. Dalam sidak kali ini BBPOM mengambil sekitar 80-an sampel makanan dari seluruh titik.

    Zat kimia berbahaya yang mendominasi temuan kali ini adalah Rhodamine B, formalin, dan boraks. Rhodamine B ditemukan dalam makanan yang berwarna merah, di antaranya terasi, kerupuk melarat, kerupuk mentah, pacar cina, dan agar-agar rumput laut.

    Sementara itu, formalin ditemukan dalam ikan asin dan mi basah, "Sampel mi basah ditemukan di empat pedagang yang tersebar di empat titik operasi kali ini," kata dia.

    Hasil tersebut diperoleh lewat pegujian yang dilakukan BBPOM. Pengujian tersebut menggunakan dua parameter, yaitu parameter kimia dan fisika. Seluruh penganan berbahaya tersebut ditemukan di empat titik. Dua pasar menjadi produsen terbesar, yaitu Pasar Sadang Serang dan Pasar Cihaurgeulis.

    Untuk tindak lanjut, BBPOM belum akan memberi sanksi. Pedagang yang ditemukan menjual makanan berbahaya akan diberikan pembinaan pihak BBPOM.

    Sebelumnya, BBPOM pernah menemukan penganan berbahaya, di antaranya lontong dan mi basah yang mengandung formalin dan boraks serta bubur pacar Cina dengan Rhodamine B dari beberapa pedagang kaki lima di kawasan ramai berbuka puasa.

    Rencananya, BBPOM masih akan melakukan operasi intensifikasi pangan ini hingga H-2 Lebaran. BBPOM juga berencana menelusuri rantai produsen makanan berbahaya ini hingga produsen bandar.

    HENGKY SULAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.