Besok Jokowi Lantik Panglima TNI dan Kepala BIN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres Demokrat di Surabaya, 12 Mei 2015. Presiden menyempatkan diri membuka Kongres Demokrat keempat ini. TEMPO/Nurdiansah

    Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres Demokrat di Surabaya, 12 Mei 2015. Presiden menyempatkan diri membuka Kongres Demokrat keempat ini. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan melantik Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia dan Letnan Jenderal Purnawirawan Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara. Keduanya telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat untuk menempati jabatan tersebut.

    Pelantikan keduanya dijadwalkan esok hari, Rabu, 8 Juli 2015 di Istana Negara. "Iya, katanya begitu," ujar Kepala Staf Presiden Luhut Panjaitan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 7 Juli 2015. Luhut membenarkan keduanya akan dilantik berbarengan.

    Gatot Nurmantyo akan menggantikan posisi seniornya, Jenderal Moeldoko, yang akan memasuki usia pensiun pada 1 Agustus mendatang. Adapun Letjen Purn. Sutiyoso akan menggantikan posisi Kepala BIN sebelumnya, yaitu Letjen TNI Purn. Marciano Norman.

    Sebelum dilantik sebagai Panglima TNI, Gatot yang lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 13 Maret 1960 menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ke-30. Jabatan itu disandangnya sejak 25 Juli 2014 setelah ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggantikan Jenderal TNI Budiman.

    Gatot adalah lulusan Akademi Militer tahun 1982. Dia berpengalaman di kesatuan infanteri baret hijau Kostrad. Gatot juga pernah menjadi Komandan Kodiklat TNI-AD, Pangdam V/Brawijaya, dan Gubernur Akmil. Saat ini Gatot tercatat sebagai Ketua Umum PB FORKI periode 2014-2018.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.