Seleksi KPK, Imam Anshori Lebih Memilih Komisi Yudisial  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Anshori Saleh. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Imam Anshori Saleh. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Yudisial Imam Anshori Saleh lolos seleksi administrasi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun Imam kini juga mengikuti seleksi komisioner Komisi Yudisial.

    Meski demikian, dia tentu akan memilih salah satunya. “Tentu akan saya pikirkan yang terbaik. Tapi kalau KY sudah tahap penentuan, saya akan masuk KY,” kata Imam melalui pesan singkat, Selasa, 7 Juli 2015.

    Imam beralasan memilih Komisi Yudisial karena tak ingin merepotkan panitia seleksi. Dia juga menganggap peserta seleksi KPK banyak yang berkualitas. “Jadi saya yang semula khawatir pendaftarnya kurang bagus, ternyata muncul tokoh-tokoh yang berintegritas.”

    Panitia seleksi pimpinan KPK telah menjaring 194 nama dalam seleksi administrasi. Mereka akan mengikuti tes pembuatan makalah pada 8 Juli 2015. Serangkaian tes lainnya berupa wawancara, profile assessment, dan penelusuran rekam jejak. Nantinya Presiden Joko Widodo akan memilih delapan nama untuk diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat.

    Adapun seleksi anggota Komisi Yudisial sudah memasuki tes obyektif dan makalah. Ada 35 orang yang lolos tes tersebut, termasuk Imam.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.