Ketua Banggar: Saat Pembahasan RAPBN, Menkeu Akomodatif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro saat menggelar jumpa pers di Jakarta, 2 Juli 2015. ANTARA/Vitalis Yogi Trisna

    Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro saat menggelar jumpa pers di Jakarta, 2 Juli 2015. ANTARA/Vitalis Yogi Trisna

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Ahmadi Noor Supit memuji kinerja Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Menurut dia, Bambang sangat akomodatif dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2016.

    "Dia mau menerima masukan-masukan kami, akomodatif," kata Ahmadi di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa, 7 Juli 2015.

    Ia justru mengkritik kinerja menteri-menteri di bidang ekonomi mikro yang tidak mampu mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Karena itu, kata Ahmad, RPJMN diusulkan untuk direvisi oleh DPR.

    Sebelumnya, Menteri Bambang dikabarkan bakal diganti dalam reshuffle Kabinet Kerja. Alasannya, pertumbuhan ekonomi yang tidak mencapai target dan harga-harga bahan pokok yang menjulang tinggi.

    Namun belakangan Istana tak jadi mengganti Bambang. Ia disebut memiliki kemampuan berkomunikasi dengan DPR selama pembahasan RAPBN 2016.

    Pada rapat paripurna penyampaian pokok-pokok pembahasan RAPBN hari ini pun Menteri Bambang hadir tepat pukul 10.00 WIB. Usai memberikan tanggapan, ia dipersilakan pimpinan DPR untuk keluar dari ruang sidang. Namun Bambang memilih mengikuti sidang hingga selesai dan ikut mendengarkan pidato Ketua DPR Setya Novanto tentang penutupan masa sidang anggota Dewan.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.