Ustad Pekanbaru Diduga Gabung ISIS, Sempat Pamitan ke Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah arga Suriah asal kota Ayn al-Arab atau Kobani yang mengungsi akibat diserang oleh Negara Islam (ISIS) di perbatasan Suruc, Turki, 25 Juni 2015. Negara Islam (ISIS) menyerang du kota di Suriah yang menewaskan puluhan orang dengan menggunakan bom mobil. REUTERS/Rodi Said

    Sejumlah arga Suriah asal kota Ayn al-Arab atau Kobani yang mengungsi akibat diserang oleh Negara Islam (ISIS) di perbatasan Suruc, Turki, 25 Juni 2015. Negara Islam (ISIS) menyerang du kota di Suriah yang menewaskan puluhan orang dengan menggunakan bom mobil. REUTERS/Rodi Said

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Ketua Rukun Tetangga 02, RW 10, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Mustofa Ismail mengatakan, sebelum berangkat ke Suriah, ustad TB sempat berpamitan kepadanya melalui pesan singkat. Saat itu, TB mengaku akan pergi ke Suriah untuk menjadi relawan. "Katanya dia ingin menjadi relawan," kata Mustofa, kepada Tempo, Senin malam 6 Juli 2015.

    Mustofa menjelaskan, semula TB pergi meninggalkan rumahnya di Pekanbaru pulang kampung di Jawa Timur untuk menemui istri pertamanya pada 15 Juli 2015. Namun dua hari berselang, yakni pada 17 Juli 2015, TB berpamitan akan berangkat ke Suriah melalui Jakarta kemudian Turki lalu ke Suriah.

    Dalam pesan singkat yang diterima Mustofa, TB berpamitan ke Suriah ingin menjadi relawan. TB pun menulis pesan: "Semoga apa yang terjadi dengan muslim di Suriah, tidak menimpa keluarga," ujar TB dalam pesan singkat kepada Mustofa.

    Namun saat itu kata Mustofa, dia sama sekali belum paham maksud dan tujuan TB ke Suriah. Mustofa mengaku baru mengetahui TB diduga bergabung dengan kelompok Radikal ISIS setelah polisi mendatangi kediamannya. "Saat itu saya tidak mengerti apa itu ISIS, yang saya tahu dia berpamitan ke Suriah, itu saja," katanya.

    Setelah itu kata Mustofa, dia pun memberikan segala informasi berikut bukti pesan singkatnya kepada polisi. Peristiwa itu kata dia, sebenarnya sudah terjadi 2013 lalu tetapi baru terungkap sekarang. "Saya sudah diperiksa polisi, bukti SMS pun sudah saya serahkan," ujarnya.

    Mustofa tidak menduga sama sekali tetangganya tersebut telah bergabung dengan kelompok ISIS. Menurutnya, sejak tinggal di lingkungannya, TB beserta keluarganya bersikap seperti warga sewajarnya. TB dikenal sebagai ustad yang ramah, penampilannya berjubah dan berjenggot. TB sering diminta megisi ceramah dan menjadi imam di mesjid Al-Hijrah. Di sana, TB bersma istrinya YB menjalankan usaha pengiriman barang (ekspedisi).

    Sebelumnya, Direktorat Intelijen dan Keamanan, Kepolisian Daerah Riau mendeteksi TB dan keluarganya telah bergabung dengan ISIS. Hal itu diketahui setelah polisi mendapatkan informasi dan barang bukti berupa dokumen, foto, dan hasil percakapan antara mereka dan kerabatnya di Pekanbaru.

    Kepala Bidang Humas Polda Riau, Guntur Aryo Tejo mengatakan, TB diduga telah bergabung dengan kelompok garis keras itu sejak 2013. TB lebih dulu berangkat ke Suriah. Enam bulan kemudian, TB pulang ke Pekanbaru lalu membawa anak dan istrinya ke Suriah melalui jalur Jakarta-Turki kemudian menuju perbatasan Suriah di Hatai. “Diduga saat ini mereka sudah di Suriah,” tutur Guntur.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.