Kasus Angeline, Agus Marah Besar: Kau Pembohong Margriet!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu tersangka kasus pembunuhan Angeline, Agus Tay Hamba May dikawal ketat petugas dari Brimob jelang menjalani rekonstruksi ulang di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, 6 Juli 2015. Agus adalah pembatu yang bekerja di rumah Margreit. TEMPO/Johannes P. Christo

    Salah satu tersangka kasus pembunuhan Angeline, Agus Tay Hamba May dikawal ketat petugas dari Brimob jelang menjalani rekonstruksi ulang di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, 6 Juli 2015. Agus adalah pembatu yang bekerja di rumah Margreit. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar-Agus Tay Tamba, salah satu tersangka pembunuh Angeline, sempat marah besar dan mengamuk ketika proses rekonstruksi pembunuhan berlangsung, Senin  6 Juni 2015.  Itu terjadi ketika polisi mengelar adegan ke 50 hingga 60 yang merupakan proses pembunuhan yang digelar di Jalan Sedap Malam 26, Denpasar.

    Dalam proses rekonstruksi, adegan pembunuhan diperankan penyidik.  Ini karena Margriet Megawe, ibu angkat Angeline yang juga tersangka, menolak memerankan adegan menjambak rambut Angeline. Juga  membenturkan kepala Angeline ke tembok.

    Sesaat kemudian, Margreit memanggil Agus  Tay, pembantunya untuk masuk ke dalam kamar dan Angeline  terlihat dalam keadaan tergeletak . Agus lalu diminta untuk membungkus dan melepas bajunya untuk dimasukkan ke dalam bungkusan dan menyeretnya bungkusan mayat itu ke tempat penguburan.

    Saat itulah, sempat terjadi kesalahpahaman karena dalam BAP Margreit membantah telah memanggil Agus. Akibatnya, Agus meledak amarahnya dan memukul tiang rumah. “Kau Pembohong Margreit,” kata Agus.

    Menurut Hotman Paris , saat rekontruksi, Margreit ada di sekitar lokasi bersama sejumlah penyidik. Hotman sempat melihatnya dan tampak Margreit sangat tenang , tidak emosional bahkan sempat tersenyum. Selain Margreit, anggota keluarga lainnya juga ada di lokasi dan ikut menyaksikan rekontruksi. “Saya lihat Yvonne juga tenang dan tidak tampak marah,” kata Hotman,  pengacara Agus Tay di sela proses rekonstruksi, Senin 6 Juli 2015.

    Di sisi lain, rekontruksi dengan melibatkan saksi Handono dan Susiani , menurutnya, menunjukkan adanya kesesuaian dengan keterangan Agus. Yakni mengenai kejadian pada hari H, 16 Mei 2015, mulai pagi hingga pukul 12.30 wita sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

    ROFIQI HASAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.