Disebut Masuk Bursa Menkopolkam, Moeldoko: Hahaha...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Moeldoko pada acara pengarahan kepada para prajurit TNI dan Polri di markas 700/Raider di Makassar, 11 Mei 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Panglima TNI Jenderal Moeldoko pada acara pengarahan kepada para prajurit TNI dan Polri di markas 700/Raider di Makassar, 11 Mei 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko enggan menjawab pertanyaan terkait perombakan kabinet dan tawaran posisi menteri buatnya. Moeldoko hanya tersenyum ketika namanya disebut-sebut sebagai calon Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan pengganti Tedjo Edhy Purdijatno.

    "Hahaha. Wes, wes (sudah-sudah). Yang lain," kata Moeldoko saat ditanya wartawan seusai pemaparan laporan kinerja di Markas Besar TNI, Senin, 6 Juli 2015.

    Belakngan, sinyalemen reshuffle kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla semakin menguat. Jokowi memanggil menteri-menterinya untuk melaporkan kinerja tiap kementerian. Sejumlah pengamat mengatakan Menteri Tedjo patut digeser dari jabatannya.

    "Dia patut digeser jadi Menteri Koordinator Kemaritiman supaya sesuai dengan latar belakangnya," kata peneliti senior Indonesia Public Institute Karyono Wibowo saat diskusi di Jakarta, kemarin. 

    Anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat, Bachtiar Ali, turut menyanjung Moeldoko. Menurut dia, Moeldoko sanggup menggantikan posisi Tedjo. "Semua jabatan kayaknya sanggup, apakah Menkopolhukam, apakah yang lain?" kata Ali pada rapat bersama TNI. Pertanyaan ini langsung mengundang gelak tawa prajurit Moeldoko. 

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.