EKSKLUSIF: Begini Modus Peneror Penyidik KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas KPK berjalan keluar usai melakukan penggeledahan pada ruang Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana Lantai 9 Fraksi Demokrat di Gedung Nusantara I, Gedung Parlemen, Jakarta (16/1). Tempo/Tony Hartawan

    Petugas KPK berjalan keluar usai melakukan penggeledahan pada ruang Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana Lantai 9 Fraksi Demokrat di Gedung Nusantara I, Gedung Parlemen, Jakarta (16/1). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bekasi - Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona mengatakan pihanya sudah mengantongi rekaman CCTV pelaku teror terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Afief Julian Miftah.

    Menurut Daniel Bolly, dalam rekaman kamera pengawas pelaku meletakkan benda yang menyerupai bom pada Ahad malam, sekitar pukul 21.20 WIB.

    Daniel Bolly mengatakan tak butuh waktu lama pelaku meletakkan benda yang dibuat sedemikian ruma mirip dengan bom tersebut di rumah korban, Perumahan Mediterania Blok A 160, Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.  "Tak lebih dari dua menit," kata Daniel Bolly kepada Tempo, Senin, 6 Juli 2015.

    Seperti diketahui, Ahad malam kemarin, sekitar pukul 22.00 WIBpenyidik KPK, Afief, beserta istrinya dikejutkan dengan temuan paket mencurigakan di gerbang rumahnya, Perum Mediterania Regency di Jalan Anggrek Blok A Nomor 160 RT 04 RW 16, Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan. Awalnya paket itu diduga bom karena di dalamnya terdapat rangkaian kabel.

    Pelaku teror terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Afief Julian Miftah, ujar Daniel Bolly, berjumlah dua orang. "Yang terekam di CCTV, berjumlah dua orang," kata Daniel Bolly.

    Menurut Daniel Bolly, benda yang dibuat untuk meneror itu diketahui oleh pemilik rumah sekitar pukul 22.00 WIB ketika mereka baru saja pulang. Penyidik KPK dan istrinya lalu melapor ke Kepolisian dan pengurus rukun tetangga dan warga setempat.Hasil penyelidikan, kata dia, benda tersebut bukan bom, tak memiliki daya ledak. Namun, ia memastikan bahwa pelaku sudah merencanakan niatnya melakukan aksi teror terhadap korban. Buktinya, pelaku membentuk benda hingga menyerupai bom.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.