Raskin Bau dan Berkutu? Ini Solusi Wakil Bupati Banjarnegara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Banjarnegara - Wakil Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Hadi Supeno, meminta masyarakat berani menolak beras murah dari pemerintah yang tak layak konsumsi. Beras untuk penduduk miskin ini mulai dibagikan pada 1 Juli 2015.

    “Bila sampai menemukan beras dengan kondisi tak layak makan, apalagi berkutu dan bau, masyarakat harus berani menolak. Karena beras tak layak konsumsi jelas tidak manusiawi,” kata Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno, Senin, 6 Juli 2015. Menurut Hadi, warga berhak menolak beras semacam itu. “Jangan khawatir, beras yang ditolak itu akan diganti oleh Bulog” katanya.

    Kepala Gudang Depot Logistik 407 Purwonegoro menjamin pihaknya akan mengganti jika ada beras dari gudang itu yang jelek. “Kami garansi seratus persen. Kalau memang beras raskin yang dibagikan kondisinya jelek, akan kami ganti langsung” kata Purwonegaro.

    Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Banjarnegara Teguh Handoko menegaskan, beras untuk penduduk miskin yang dibagikan pada bulan Juli merupakan hasil pengadaan bulan ini juga. “Sehingga besar kemungkinannya kondisi beras masih baik,” ujar Teguh.

    Menurut Teguh, kasus beras tak layak yang ditolak penduduk pernah terjadi. Tapi, kata dia, hingga kini belum ada laporan penduduk miskin menerima beras tidak layak. “Untuk pembagian raskin bulan Juli saya juga belum menerima laporan adanya penerimaan beras raskin di bawah standar. Semoga saja hal ini tidak terjadi,” katanya.

    Di Banjarnegara, ada 8865 keluarga miskin yang menerima pembagian beras murah. Tiap keluarga mendapat jatah 15 kilogram. Kepala Desa Merden, Sukarso, mengatakan belum pernah ada penduduk di desanya yang menolak pemberian beras murah karena kualitas yang buruk.

    “Selama ini tidak ada penolakan dari masyarakat terhadap kondisi beras,” ujar Sukarso. Di desanya ada 749 kepala keluarga yang mendapat jatah beras murah.

    ARIS ANDRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.