Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

WWF Kecam Sidang Pemburu Gading Gajah di Riau  

image-gnews
Direktur Reserse Kriminal Khusus Komisaris Besar Yohanes Widodo memperlihatkan senjata api laras panjang jenis mosser yang digunakan pemburu gading untuk membunuh gajah jantan di Polda Riau, 17 Februari 2015. TEMPO/Riyan Nofitra.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Komisaris Besar Yohanes Widodo memperlihatkan senjata api laras panjang jenis mosser yang digunakan pemburu gading untuk membunuh gajah jantan di Polda Riau, 17 Februari 2015. TEMPO/Riyan Nofitra.
Iklan

TEMPO.COPekanbaru - Sidang terhadap tujuh terdakwa pemburu gading gajah yang digelar sejak 7 Mei 2015 di Pengadilan Negeri Bengkalis belum mampu mengungkap penadah gading tersebut. 

Juru bicara World Wildlife Fund Riau, Syamsidar, mengatakan, hingga memasuki agenda pembacaan tuntutan, kasus perburuan hewan yang dilindungi itu masih berkutat pada peran para pelaku. "Di persidangan, pelaku (pencurian gading) hanya mengaku untuk koleksi pribadi. Kalau ada yang mau beli, baru dijual," kata Syamsidar, kepada Tempo, Senin, 6 Juli 2015.

Dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Rustyono itu, jaksa bakal menuntut tujuh terdakwa pemburu gading gajah di Duri, Mandau, beberapa waktu lalu. Mereka adalah Fadli, 51 tahun, Ari (40), Ruslan (40), Ishak (25), Anwar (40) dan Herdani (19). 

Menurut Syamsidar, dalam persidangan, tidak terungkap ke mana terdakwa akan menjual gading tersebut. Pelaku Fadli, yang berperan membiayai para pemburu, bersikukuh bahwa gading gajah itu hanya untuk koleksi pribadi. "Pelaku akan menjual apabila ada yang berminat," ucapnya. 

Dalam perkara ini, jaksa menjerat para pelaku dengan Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.  Adapun Fadli dan Ari dijerat pasal berlapis dengan Undang-Undang Darurat lantaran memiliki senjata api. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Syamsidar berharap baik jaksa maupun majelis hakim menjatuhkan hukuman maksimal untuk memberi efek jera kepada para pelaku pemburu gading gajah. Dalam catatan Syamsidar, kasus perburuan gading gajah yang tengah dalam proses persidangan saat ini merupakan yang pertama dalam sepuluh tahun terakhir. 

Ia menuturkan, dalam rentang waktu tersebut, 150 ekor gajah mati diburu tapi tidak pernah ada proses hukum. "Adanya hukum maksimal ini akan memberi efek jera bagi masyarakat untuk tidak melakukan perburuan satwa dilindungi," ujarnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Riau meringkus tujuh kawanan pemburu gading gajah itu saat melintas di kawasan Jembatan Leighton II, Selasa, 10 Februari 2015. Polisi mengamankan barang bukti dua gading gajah berukuran 2 meter beserta perlengkapan berburu berupa senjata api laras panjang modifikasi jenis Mosser, enam peluru berukuran 7,62 milimeter, serta tiga benda tajam berupa golok dan kampak

RIYAN NOFITRA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Teknologi Modifikasi Cuaca di Riau Buahkan Hasil, Tambah Curah Hujan

21 Agustus 2023

Pilot dan Co-Pilot Skadron IV Lanud Abdulrachman Saleh Lettu Pnb Bintang (kiri) dan Lettu Pnb Edwin Aldrin (kanan) melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan menggunakan pesawat Cassa C-212 di kawasan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jumat 10 Juni 2022. Selama operasi TMC di Sumatera Selatan yaitu sejak 27 Mei 2022, sebanyak 12,8 ton garam telah disemai di udara sehingga berhasil membuat hujan dan menaikkan tinggi muka air tanah di kanal-kanal produksi milik perusahaan perkebunan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Teknologi Modifikasi Cuaca di Riau Buahkan Hasil, Tambah Curah Hujan

KLHK melaporkan kegiatan teknologi modifikasi cuaca untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan telah membuahkan hasil pada area penyemaian awan d


Pertamina Alihkan PI 10 Persen Blok Rokan dan Blok Kampar ke Pemerintah Provinsi Riau

28 Juni 2023

Foto udara Central Gathering Station (CGS) 10 di Lapangan Duri, yang merupakan salah satu lapangan injeksi uap terbesar di dunia di Blok Rokan, Riau, Jumat 19 Agustus 2022. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang telah setahun mengelola Blok Rokan berhasil mencatatkan tingkat produksi rata-rata sekitar 162 ribu BOPD (barel minyak per hari) bulan berjalan, jauh lebih baik dibandingkan prediksi sebesar 142 ribu BOPD jika tidak melakukan kegiatan masif dan agresif serta lebih tinggi daripada angka produksi saat alih kelola sebesar 158,5 ribu BOPD, dan juga berhasil memperpendek waktu pengeboran hingga produksi awal atau Put On Production (POP) dari 15-22 hari menjadi 15 hari untuk area operasi Sumatra Light Oil (SLO) dan dari 35-40 hari menjadi 15 hari untuk area operasi Heavy Oil (HO). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Pertamina Alihkan PI 10 Persen Blok Rokan dan Blok Kampar ke Pemerintah Provinsi Riau

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Kampar telah menandatangani Perjanjian Pengalihan dan Pengelolaan 10 Persen PI alias Participating Interest dari Wilayah Kerja (WK) atau dikenal Blok Rokan dan Blok Kampar untuk Provinsi Riau.


Pempov Riau Fokus Cetak Atlet Cabor Atletik

22 November 2022

Pempov Riau Fokus Cetak Atlet Cabor Atletik

Sesuai arahan Menpora, pemda sebaiknya mengembangkan cabor yang meraih banyak medali.


Gubernur Riau Apresisasi Kesuksesan Porprov X Riau 2022

22 November 2022

Gubernur Riau Apresisasi Kesuksesan Porprov X Riau 2022

Kabupaten Bengkalis berhasil menjadi juara umum, dibuntuti Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Pekanbaru.


KPCPEN Dukung PTM Terbatas dan Vaksinasi di Provinsi Riau

22 November 2021

Ngobrol tempo bertajuk
KPCPEN Dukung PTM Terbatas dan Vaksinasi di Provinsi Riau

Dinas Pendidikan Provinsi Riau mengusulkan pembelajaran tatap muka terbatas dengan kuota 50 persen satu kelas, menjadi 75 persen.


Pesona Kampung Patin Wisata Terbaik di Riau

13 September 2021

Gubernur Riau Syamsuar (kanan) saat mengunjungi Puncak Kompe. (ANTARA/HO-Diskominfotik Riau)
Pesona Kampung Patin Wisata Terbaik di Riau

Saat ini Desa Wisata Koto Masjid menjelma sebagai sentra perikanan yang mampu menghasilkan panen ikan patin 15 ton per hari.


30 Persen Warga Riau Belum Terdaftar BPJS Kesehatan

29 Agustus 2018

Defisit, BPJS Kesehatan Korbankan Aset dan Laba
30 Persen Warga Riau Belum Terdaftar BPJS Kesehatan

Sekitar 30 persen penduduk di Provinsi Riau belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional oleh BPJS Kesehatan.


Riau Usulkan Peremajaan 1.500 Hektare Kebun Kelapa Sawit

21 Agustus 2018

Presiden Jokowi Widodo menyiram pohon Kelapa Sawit usai ditanamnya di kebun kelapa sawit di Desa Kota Tengah, Kabupaten Serdang, Sumatera Utara, 27 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH
Riau Usulkan Peremajaan 1.500 Hektare Kebun Kelapa Sawit

Pemerintah Provinsi Riau telah menerima usulan peremajaan (replanting) perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 1.500 hektare.


Pertamina Alihkan 10 Persen Hak Kelola Blok Siak ke BUMD Riau

8 Agustus 2018

Petugas menyelesaikan instalasi anjungan lepas pantai Pertamina Hulu Energi (PHE) 24 di Lepas Pantai Perairan Madura, Jawa Timur, 12 Oktober 2016. Pembangunan anjungan ini untuk meningkatkan kontribusi produksi minyak nasional. ANTARA/Zabur Karuru
Pertamina Alihkan 10 Persen Hak Kelola Blok Siak ke BUMD Riau

Pertamina Hulu Energi mengalihkan 10 persen hak pengelolaannya di Blok Siak ke BUMD Provinsi Riau yakni PT Riau Petroleum Siak.


Harapan Gubernur Riau untuk Pertamina yang Akan Kelola Blok Rokan

1 Agustus 2018

Kontrak Chevron Habis 2021, Ini Syarat Pengelolaan Blok Rokan. TEMPO/Riyan Nofitra
Harapan Gubernur Riau untuk Pertamina yang Akan Kelola Blok Rokan

Pertamina ditetapkan sebagai pengelola Blok Rokan dari 2021 sampai 2041.