10 Korban Hercules Teridentifikasi Sebulan Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AU memeriksa barang milik para penumpang, korban pesawat Hercules C-130 di Lanud Soewondo Medan, Sumatera Utara, 3 Juli 2015. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    Prajurit TNI AU memeriksa barang milik para penumpang, korban pesawat Hercules C-130 di Lanud Soewondo Medan, Sumatera Utara, 3 Juli 2015. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Medan - Sepuluh jenazah utuh dan potongan tubuh korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 yang tersimpan di 22 kantong jenazah belum teridentifikasi. Jenazah dan potongan tubuh itu masih berada di Rumah Sakit Adam Malik, Medan.

    Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Sumatera Utara sempat menyatakan akan memindahkan jenazah-jenazah itu ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Namun pemindahan batal dilakukan.

    "Yang dipindahkan hanya posko DVI-nya," kata Kepala Kedokteran Kesehatan yang juga Ketua Tim DVI Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Setyo Purwanto, kepada Tempo, Senin, 6 Juli 2015.

    Hingga Senin, 6 Juli 2015, jenazah korban Hercules yang sudah teridentifikasi dan dipulangkan ke keluarga masing-masing berjumlah 119. Adapun deoxyribonucleic acid (DNA) kesepuluh jenazah dan 22 potongan tubuh itu sudah dibawa ke Jakarta.

    "Paling cepat hasil DNA akan kami ketahui satu-dua bulan ke depan. Jika hasil DNA sudah keluar, identifikasi bisa cepat selesai. Tapi hasil DNA bisa saja lebih lama keluarnya," ujar Setyo.

    Menurut Setyo, apabila data DNA itu nantinya cocok dengan DNA keluarga, Tim DVI akan menghubungi keluarga korban agar proses pengambilan jenazah bisa dilakukan sesegera mungkin. Tim DVI, ujar Setyo, akan tetap berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara untuk pemulangan jenazah.

    "Nantinya, TNI AU yang akan mengurus pemulangan jenazah kepada pihak keluarga," tutur Setyo.

    Setyo melanjutkan, warga yang merasa sebagai keluarga korban Hercules disilakan melapor ke RS Bhayangkara Medan dengan membawa serta data diri korban, seperti ijazah dan pakaian bekas yang belum dicuci.

    "Keluarga korban, terutama orang tua kandung korban, bisa datang langsung ke RS Bhayangkara untuk pengambilan sampel DNA," tutur Setyo.

    SAHAT SIMATUPANG

    VIDEO: 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.