Budi Waseso: Ada Tersangka Baru Kasus Abraham Samad  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK nonaktif, Abraham Samad, bersiap menjadi saksi dalam sidang lanjutan praperadilan Novel Baswedan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 4 Juni 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ketua KPK nonaktif, Abraham Samad, bersiap menjadi saksi dalam sidang lanjutan praperadilan Novel Baswedan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 4 Juni 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso mengatakan sudah ada nama tersangka baru dalam kasus yang melibatkan nama Abraham Samad. Menurut Budi, tersangka baru itu dalam kasus pemalsuan dokumen.

    "Dia terlibat membuat dokumen itu," kata Budi Waseso di Markas Besar Kepolisian, Senin, 6 Juli 2015.


    Baca juga:
    Angeline Dibunuh, Hotman P: SMS Menunjukkan Sekeluarga Tahu!  
    3 Indikasi Margriet Pemarah: Soal Jam Rolex hingga Kucing

    Budi enggan menyebut nama atau inisial tersangka baru yang melibatkan nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif itu. "Nanti sajalah," kata Budi mengelak.

    Sebelumnya, Abraham dan seorang wanita, Feriyani Lim, terjerat kasus dugaan pemalsuan administrasi kependudukan di kantor Kecamatan Panakkukang, Makassar.

    Kasus yang menjerat Samad bermula dari laporan Ketua Lembaga Peduli KPK-Polri Chairil Chaidar Said ke Badan Reserse Kriminal Polri yang dilimpahkan ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat per 29 Januari 2015. Polda kemudian menetapkan Feriyani Lim sebagai tersangka pada 2 Februari 2015.


    Baca juga:
    Kisah Putri Margriet:Soal Fanpage & Disebut Jadi Marinir AS

    Hotman Paris:Jari Angeline Masih Bergerak Saat Diangkat Agus

    Feriyani lalu melaporkan Samad dan rekannya yang bernama Uki ke Bareskrim dalam kasus tersebut. Kepolisian kemudian melakukan gelar perkara di Markas Polda Sulawesi Selatan dan Barat pada 9 Februari 2015. Hasilnya, Samad ditetapkan sebagai tersangka. Status tersangka itu baru diekspos pada 17 Februari 2015 atau sehari setelah gugatan praperadilan atas penetapan status tersangka Komisaris Jenderal Budi Gunawan oleh KPK diterima Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

    MITRA TARIGAN
    Baca juga:
    Diduga Digergaji Ibunya: Si Bocah Ternyata Amat Cerdas
    Diduga Digergaji Ibunya, Bocah Cerdas Ini Berbohong?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.