Saksi Ini Yakin Margrietlah yang Membunuh Angeline  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe menjadi tersangka kasus pembunuhan Angeline di Markas Polresta Denpasar, Bali, 30 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe menjadi tersangka kasus pembunuhan Angeline di Markas Polresta Denpasar, Bali, 30 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Rachmad Handono, salah satu saksi kasus pembunuhan Angeline dengan tersangka utama Margriet Christina Megawe, mengaku lebih yakin bahwa Margrietlah yang membunuh bocah 8 tahun itu, dan bukan Agus Tay Hamba May (Agustinus Tai Hamdani). Pengakuan itu diungkapkan Rachmad kepada wartawan.

    Salah satu hal yang mendasari keyakinan Rachmad yakni peristiwa yang terjadi sekitar dua minggu sebelum 16 Mei 2015, tanggal pembunuhan Angeline. Saat itu dia melihat Agus mengangkuti tanah galian dari belakang menuju depan rumah.

    "Tanah galian diangkut dan dibuang," kata Rachmad. Rachmad yakin tidak mungkin hal itu dilakukan Agus tanpa perintah Margriet. “Sebab siapa pun yang enggak menuruti kehendak Margriet, pasti dimarahi.”

    Baca juga:
    Hotman Paris Ungkap Perilaku Janggal Putri Margriet 
    Kisah Bocah Diduga Digergaji: Begini Pengakuan Si Ibu

    Memindahkan pot tanpa izin Margriet saja, Rachmad bercerita, orang langsung langsung dimarahi. Karena itu, Rachmad yakin penggalian lubang yang belakangan diketahui sebagai tempat mengubur mayat Angeline tidak mungkin tanpa sepengetahuan atau perintah Margriet.

    Kepolisian Daerah Bali telah menetapkan Agus sebagai tersangka pembunuh Angeline. Selain menjerat Agus, polisi menetapkan Margriet Christina Megawe sebagai tersangka utama pembunuh Angeline. Margriet juga menjadi tersangka penelantaran anak. 

    Margriet dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja, serta aturan tentang penelantaran anak. 

    Angeline, anak angkat Margriet, dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015. Angeline akhirnya ditemukan tewas mengenaskan pada 10 Juni 2015.  Bocah berusia 8 tahun ini dikubur di halaman belakang dekat kandang ayam di rumah Margriet di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali. 

    Hasil otopsi terhadap jenazah Angeline menunjukkan banyak ditemukan luka lebam pada sekujur tubuhnya. Luka bekas sundutan rokok dan jeratan tali juga ditemukan pada leher bocah itu. 

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Berita Menarik:
    RESHUFFLE KABINET: SBY Dukung Langkah Presiden Jokowi 
    Satu Keluarga di Pekanbaru Diduga Bergabung ke ISIS  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.