Demokrat Bikin Sekolah Politik seperti Megawati, SBY: Ini Beda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono seusai melantik pengurus DPP Partai Demokrat periode 2015-2020 pada Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat 2015 di Jakarta, 4 Juli 2015. Rapimnas diselenggarakan selama dua hari hingga 5 Juli esok. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Susilo Bambang Yudhoyono seusai melantik pengurus DPP Partai Demokrat periode 2015-2020 pada Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat 2015 di Jakarta, 4 Juli 2015. Rapimnas diselenggarakan selama dua hari hingga 5 Juli esok. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat akan mendirikan sekolah politik untuk kader-kadernya. Pembentukan sekolah ini berkaca dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang lebih dulu menbentuk sekolah calon kepala daerah.

    "Partai lain saya dengar juga sudah melakukan hal yang sama. Kita jangan berkecil hati. Setelah Ramadan, kita akan lakukan langkah yang serius dan tepat agar program ini berjalan," kata Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat pimpinan nasional partai berlambang mirip logo Mercy itu di Jakarta Convention Center, Sabtu, 4 Juli 2015.

    Baca juga: Hotman Paris Ungkap Perilaku Janggal Putri Margriet  

    SBY kemudian menjelaskan perbedaan sekolah politik milik Partai Demokrat dengan sekolah calon kepala daerah di PDI Perjuangan. Menurut SBY, sekolah Demokrat ini tidak hanya bertujuan mencetak calon kepala daerah, tapi juga melatih 5.000 kadernya agar memiliki pengetahuan dan kemampuan luas mengenai politik. "Saya siap membagikan pengalaman saya selama 10 tahun memimpin pemerintahan," kata SBY.

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan sekolah politik itu akan diberi nama Institut Pembangunan dan Demokrasi. Rencananya, angkatan pertama akan mulai dilatih pekan depan. "Nanti ada yang pelatihannya tiga minggu dan lima minggu," katanya.

    PDIP lebih dulu membentuk sekolah politik khusus bagi calon kepala daerah. Sekolah itu dibuka untuk 137 calon kepala daerah dari PDIP yang telah mendapatkan rekomendasi untuk maju dalam pemilihan kepala daerah serentak 2015.

    Pada 28 Juni-3 Juli lalu, peserta sekolah calon kepala daerah mendapatkan materi pelatihan birokrasi pemerintahan daerah, sosialisasi Nawacita dalam visi-misi pencalonan, serta kelas komunikasi politik bersama Rosiana Silalahi. Ada pula pembahasan strategi perang total bersama A.M. Hendropiyono dan materi lainnya.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.