Beli Baju Bermerek Plus Tanda Tangan Ridwan Kamil, Mau?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung Ridwan Kamil memulai tugas di ruang kerjanya usai menghadiri acara

    Walikota Bandung Ridwan Kamil memulai tugas di ruang kerjanya usai menghadiri acara "Angkot Day" di Bandung, Jawa Barat, (20/9). Ridwan memilih sepeda sebagai kendaraan dinas sehari-hari dalam menjalani aktifitasnya sebagai walikota . TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membuka kegiatan sosial bertajuk #bekasjadiberkah yang digagas Karang Taruna Kota Bandung. Acara yang diselenggarakan di Loop Station di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu, 4 Juli 2015, ini didukung situs jual-beli online, OLX.

    Ridwan Kamil berinisiatif untuk berpartisipasi dalam kegiatan donasi tersebut dengan menyumbang sejumlah pakaian bekas yang masih layak pakai. "Saya banyak baju bekas masih bagus, kebetulan badannya sudah tidak sama lagi, jadi enggak terpakai, makanya saya sumbangkan," kata pria yang akrab disapa Emil ini, Sabtu siang, 4 Juli 2015.

    Ridwan Kamil mengaku memiliki belasan baju bekas dengan merek ternama. Menurut dia, harga jual baju bekas ini cukup tinggi. "Ada 12 baju di rumah, tidak murah juga. Ada jas dan celana jins. Harganya ada yang ratusan ribu, ada yang juta-jutaan," ujarnya.

    Agar harga jual lebih tinggi dan hasil donasi yang didapat lebih banyak, Emil akan menyertakan nama dan tanda tangan pada baju-baju bekas tersebut. "Kali aja kalau pakai nama saya agak naik harganya. Hasilnya bisa disumbangkan," tuturnya.

    Tidak kali ini saja Emil menjual baju bekas untuk disumbangkan. Pengalaman yang paling berkesan adalah saat dia menyumbang hasil penjualan baju bekas untuk ongkos pulang Viking Persib Fans Club dari Palembang ke Bandung.

    Di tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Kota Bandung Viki Satari menjelaskan hasil dari penjualan barang-barang bekas melalui gerakan #bekasjadiberkah ini akan digunakan untuk membeli mobil ambulans canggih.

    Ambulans tersebut akan dioperasikan secara gratis untuk mengangkut anak-anak penderita kanker agar lebih cepat mendapat penanganan medis di rumah sakit. "Anak-anak penderita kanker di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) sering terkendala di transportasi. Mereka menunggu pengobatan bisa 1-2 jam," ucapnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.