Hotman Paris: Margriet Masih Suka Mengancam Agus di Penjara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe menjadi tersangka kasus pembunuhan Angeline di Markas Polresta Denpasar, Bali, 30 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe menjadi tersangka kasus pembunuhan Angeline di Markas Polresta Denpasar, Bali, 30 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COJakarta - Pengacara Agustinus Tai Hamdani alias Agus, Hotman Paris Hutapea, mengaku masih penasaran dengan kliennya itu. Hotman mengatakan tidak puas dengan jawaban Agus soal pengakuan pertama dan kedua yang menyatakan telah membunuh Angeline. (Baca: Hotman Paris: Keluarga Miskin yang Dilawan Hotma Sitompoel)

    "Saya belum dapat mengorek alasan dia pernah mengaku membunuh Angeline. Tapi, saya yakin, seiring waktu berjalan, dia akan terbuka," kata Hotman di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2015. Namun, Hotman mengatakan, sampai saat ini Agus masih menyatakan hal yang sama. (Baca: Hotman Paris Blakblakan Soal Bercak Darah di Kaus Agus)

    "Dia takut karena diancam. Dia bilang orang Margriet banyak," ujar Hotman mereka ulang percakapan antara dia dan kliennya, Kamis kemarin, 2 Juli 2015. Hotman mengatakan Agus masih terbata-bata saat menyebutkan ancaman yang dia terima di penjara. (Baca: Tragedi Angeline: Margriet Acungkan Parang ke Penghuni Kos)

    Hotman menduga pemuda asal Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, itu masih menyembunyikan informasi darinya sebagai pengacara. "Saat berbicara empat mata selama 30 menit atas izin penyidik, ia masih mengaku diancam Margriet," ucap Hotman. (Baca: EKSKLUSIF: Margriet Sering Beri Angeline Mi Kedaluwarsa)

    Dalam pemeriksaan pertama dan kedua, Agus mengaku membunuh Angeline dan ditetapkan sebagai tersangka tunggal. Saat pemeriksaan ketiga dan keempat, Agus mengatakan sebaliknya. Ia hanya diminta menguburkan jasad Angeline, sementara yang membunuh adalah Margriet. "Tapi pemeriksaan kelima ini dia konsisten mengatakan tidak membunuh," ucap Hotman. (Baca juga: PEMBUNUHAN ANGELINE, Saksi Callista Diperiksa Lagi)

    Hotman mengungkapkan tekanan yang dialami oleh Agus saat pemeriksaan pertama wajar, apalagi berhadapan dengan majikan sendiri. "Ini bukan perang polisi, juga bukan perang antarpengacara. Tapi ini perang antara majikan dan pembantu," kata Hotman.

    Soal ancaman Margriet kepada Agus, Tempo belum berhasil meminta tanggapan Margriet dan tim pengacaranya. (Baca pula: Anak Margriet, Christina, Anggota Marinir Amerika Serikat?)

    Dalam kunjungan terakhir, Hotman menegaskan Agus dalam kondisi lebih rileks saat ini. Agus disebut lebih tenang semenjak diisolasi. "Semua pertanyaan penyidik sudah dijawab konsisten. Logika jalan dan tidak emosional, tidak ada psikotis," ujar Hotman.

    Kepolisian Daerah Bali menjerat Margriet dengan pasal pembunuhan berencana, pasal pembunuhan dengan sengaja, dan pasal penelantaran anak di balik kematian Angeline, anak angkatnya. Angeline dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015, kemudian ditemukan tewas mengenaskan pada 10 Juni 2015. (Baca: Kasus Angeline, Tiga Hal yang Pantas Dituduhkan ke Margriet)

    Jasad bocah 8 tahun itu dikubur di halaman belakang dekat kandang ayam di rumah Margriet, di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali. Hasil otopsi atas jenazah Angeline menunjukkan banyak luka lebam pada sekujur tubuhnya, termasuk luka bekas sundutan rokok dan jeratan tali pada leher bocah itu.

    DINI PRAMITA

    Berita Menarik
    Inilah Kisah Bocah yang Diduga Dianiaya, Digergaji Ibunya
    Mulai Agustus, WNI ke Luar Negeri Wajib Daftar Online
    Bangga Siksa Kucing, Karyawan Bank di Sidoarjo Dibuatkan Petisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.