TNI: Lanud Dekat Permukiman Boleh Dipindah, tapi...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak kecil bermain di lapangan kecil di samping Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 Mei 2015. Lapangan ini dimanfaatkan untuk tempat bermain anak-anak yang tinggal di sekitar bandara. TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah anak kecil bermain di lapangan kecil di samping Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 10 Mei 2015. Lapangan ini dimanfaatkan untuk tempat bermain anak-anak yang tinggal di sekitar bandara. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia Mayor Jendera‎l Fuad Basya mengatakan institusinya tak mempermasalahkan jika landasan udara militer yang berada di dekat permukiman dipindah. Syaratnya, lapangan udara yang baru harus memiliki sarana yang sesuai dengan kebutuhan TNI.

    Menurut Fuad, kedekatan landasan udara dengan permukiman sebenarnya bukan salah TNI. Sebaliknya, TNI selalu membuat landasan udara di luar permukiman. "Kami pasti cari yang jauh dari kota. Justru kota itu tumbuh karena ada lapangan udar‎a," kata Fuad, saat melakukan diskusi di Kafe Warung Daun Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2015.

    Dia mencontohkan di Jakarta. Beberapa bandara komersil dulunya adalah landasan udara TNI yang jauh dari permukiman. Di dekat lokasi tersebut umumnya akan dibangun asrama tentara. Dia mengklaim keberadaan asrama tentara itulah yang membuat aktivitas perekonomian masyarakat menggeliat.

    "Contohnya di Cengkareng, Halim juga, sekarang sudah ramai. Akhirnya kita ‎pindah ke Cijantung, sekarang sudah terdesak juga," kata dia. ‎

    Fuad mengatakan TNI selalu patuh dengan perintah negara. Asalkan landasan baru berada di lokasi strategis dan memiliki sarana yang memadai, pemindahan landasan udara bukan hal yang mustahil.

    Keberadaan landasan udara di tengah permukiman publik kembali dipermasalahkan setelah pesawat milik TNI Angkatan Udara berjenis C-130 Hercules dengan nomor A-1310 di jatuh Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa, 30 Juni 2015. Pesawat dikemudikan Kapten Sandy Permana. Hercules nahas itu lepas landas dari Pangkalan Udara Suwondo, Medan, pukul 11.48 WIB. ‎‎

    Tak cuma sekali, sepuluh tahun lalu, tepatnya pada Senin, 5 September 2005, sebuah pesawat Boeing 737-200 milik Mandala Airlines juga jatuh di tempat yang sama. Pesawat itu jatuh pada posisi 500 meter dari landas pacu Bandara Polonia. Sedikitnya 101 penumpang, termasuk lima kru, tewas. Jumlah itu belum termasuk 40 warga Medan yang menjadi korban. 

    FAIZ NASHRILLAH‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.