Polemik Dana Hari Tua, Buruh Bawa ke MK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh menyiapkan atribut aksi demo hari buruh atau

    Buruh menyiapkan atribut aksi demo hari buruh atau "May day" di sekretariat KASBI di Batuceper, Tangerang, Banten, 29 April 2015. Para buruh di Kota Tangerang telah menyiapkan spanduk, bendera, helm, dan pamflet dengan tuntutan perbaikan kesejahteraan buruh. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 400 buruh berdemo di depan Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, 3 Juli 2015. Para buruh mengenakan baju seragam merah-hitam serta abu-abu. Mereka menuntut pemerintah mencabut aturan baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tentang jaminan hari tua.

    Menurut Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Muhamad Rusdi, dalam peraturan itu uang jaminan hari tua baru bisa diambil setelah masa kepesertaan 10 tahun dan hanya bisa diambil 10 persen. "Dulu, lima tahun satu bulan dan dapat diambil 100 persen jaminan hari tua," kata Rusdi saat ditemui di sela-sela demo.

    Para buruh memenuhi dua ruas jalan sambil memajang spanduk yang berisi keberatan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 tentang Jaminan Hari Tua. Seorang buruh perempuan mengepalkan tangannya sambil berorasi. "Turunkan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri," kata dia. "Jokowi hanya mendukung pengusaha."

    Kepala Sub-Sektor Pos Polisi Bundaran Hotel Indonesia, Inspektur Satu I Nengah Brata, mengatakan ada 200 polisi disiagakan untuk mengamankan demo. Menurut dia, akibat aksi massa itu, arus lalu lintas macet dalam radius 2-4 kilometer. "Berdasarkan informasi, kemacetan sampai Blok M," kata dia.

    Buruh, menurut Rusdi, juga meminta Presiden Joko Widodo memecat Hanif Dhakiri dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Kalau tidak dipenuhi, berbagai organisasi buruh akan mengajukan judicial review. "Kami juga merencanakan demo besar-besaran pada akhir Agustus dan mogok massal September."

    Selanjutnya: Mengajukan uji materi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.