Ini Daftar Terakhir Pelamar Seleksi Calon Pimpinan KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel Capim KPK), Meuthia Ganie Rochman, mendatangi gedung KPK, Jakarta, 30 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel Capim KPK), Meuthia Ganie Rochman, mendatangi gedung KPK, Jakarta, 30 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi bakal mengumumkan para pendaftar yang lolos tes administrasi di kantor Sekretariat Negara pukul 14.00 siang ini. Jumlah terakhir pendaftar ada 611 orang.

    "Belum tahu berapa yang lolos. Nanti siang saja sekalian pengumuman," kata juru bicara Pansel KPK Betti Alisyahbana saat dihubungi Tempo, Sabtu, 4 Juli 2015.

    Betti mengatakan pendaftar yang lolos hanya akan diumumkan nama dan alamatnya. Sedangkan profesi dan asalnya tidak akan disebut. Betti menyebut pendaftar KPK yang lolos administrasi harus memenuhi kriteria sesuai undang-undang, seperti pendidikan minimum adalah sarjana (S1) serta memiliki pengalaman di bidang hukum, ekonomi, perbankan, dan keuangan.

    Setelah diumumkan nanti, Betti mengimbau masyarakat untuk memberi masukan terkait rekam jejak mereka. Masukan masyarakat menjadi pertimbangan pansel untuk menilai calon pimpinan. Bagi pendaftar yang lolos di tahap administrasi, mereka akan menjalani tes penulisan makalah tentang visi misi pemberantasan korupsi di kantor Sekretariat Negara pada 8 Juli mendatang.

    Kemudian para pendaftar ini akan menjalani tes profil, yakni terkait karakter dan kompetensi pada 27-28 Juli 2015. Delapan calon yang lolos serangkaian tes akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo untuk diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat RI. Empat di antaranya bakal dipilih DPR dan disetujui Presiden untuk menjadi pimpinan KPK.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.