Darmin dan Bos Indosat Bertemu Jokowi, Apa Isi Obrolannya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution. ANTARA/Wahyu Putro A

    Mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Darmin Nasution tiba-tiba terlihat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 3 Juli 2015. Datang bersama Direktur Utama Indosat Alexander Rusli Darmin bertemu Presiden Joko Widodo, di luar agenda presiden yang selama ini terjadwal.

    Bertemu hampir sejam, Darmin Nasution langsung disergap wartawan. Mantan Gubernur Bank Indonesia enggan merinci pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo sore tadi. Darmin mengaku dirinya dan Presiden Jokowi hanya berbincang soal ekonomi. "Tadi bicara soal substansi ekonomi, yang namanya substansi ekonomi ya banyak, tapi tidak keluar dari substansi," ujar Darmin, Jumat, 3 Juli 2015. (Baca: Reshuffle Menteri, Jokowi Kembali Lirik Sri Mulyani?)

    Darmin mengaku datang bukan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, tapi sebagai pribadi. Selain Darmin, hadir juga Direktur Utama Indosat Alexander Rusli. Alex mengaku hanya menemani Darmin. (Baca: Mendadak, Darmin Nasution Terlihat di Kantor Jokowi)

    Menurut Alex, pada pertemuan tersebut, Darmin banyak berbicara tentang ekonomi, misalnya soal belanja uang dan flow uang. Sedangkan dirinya hanya membantu memberi informasi soal infrastruktur telekomunikasi. Namun, setali tiga uang dengan Darmin, Alex enggan merinci pembicaraan tersebut. "Hanya diskusi saja, nothing special," katanya.

    Ketika ditanya soal kemungkinan mereka diundang dalam rangka uji kelayakan untuk menggantikan menteri, Alex mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu, tapi kan presiden memang sering mengundang orang," ujar dia. Darmin dan Alex bertemu Jokowi sekitar satu jam.

    Nama Darmin Nasution memang santer disebut akan menjabat salah satu posisi di pemerintahan Jokowi. Kabar itu muncul setelah pemerintah mengungkapkan rencana reshuffle atas jajaran menterinya.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.