Keluarga Korban Hercules di Magetan Masih Menunggu Kabar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liang lahat yang dipersiapkan untuk pemakaman ibu dan empat anaknya yang jadi korban kecelakaan pesawat angkut militer Hercules C-130B A-1310 di Taman Makam Margabaka, Malang, Jawa Timur, 2 Juli 2015. Tempo/Abdi Purnomo

    Liang lahat yang dipersiapkan untuk pemakaman ibu dan empat anaknya yang jadi korban kecelakaan pesawat angkut militer Hercules C-130B A-1310 di Taman Makam Margabaka, Malang, Jawa Timur, 2 Juli 2015. Tempo/Abdi Purnomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak tiga warga sipil yang berangkat dari Kabupaten Magetan, Jawa Timur menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan, Sumatera Utara. Hingga kini, pihak keluarga belum menerima informasi tentang kondisi ketiganya.

    "Masih dicek di Medan," kata Suyati, 70 tahun salah satu keluarga saat ditemui di rumah duka di RT 17, RW 4, Desa Sumberejo, Kecamatan Maospati, Magetan, Kamis, 2 Juli 2015. 

    Menurut Suyati, dua dari tiga korban tragedi Hercules itu adalah ibu dan anak. Mereka adalah Supiyah, 45 tahun dan Sanda Bariliana Auriantari, 14 tahun. Keduanya pergi mengantarkan kerabatnya yaitu Shufia Mirawati, 18 tahun, untuk pulang ke Pontianak.

    Suyati mengatakan ketiga korban itu berangkat dari Magetan ke Malang pada Kamis, 25 Juni dengan menumpang bus. Setelah dari Malang mereka ikut masuk ke pesawat Hercules nahas. "Dulu Supiyah sering menumpang pesawat itu sewaktu Kusno (suaminya masih hidup)," ujar perempuan yang juga ibu kandung Kusno. Semasa hidup Kusno merupakan anggota TNI Angkatan Udara.

    Nurkayah, 43 tahun, kerabat korban yang lain berharap agar ketiganya segera diketahui nasibnya. Apabila sudah meninggal bisa dibawa pulang untuk dimakamkan. "Kami masih berharap mereka selamat. Kalau tidak, keluarga berkeinginan segera bisa diketahui  jenazahnya," ungkap dia.

    Jika ketiga warga sipil itu dipastikan meninggal, Nurkayah menambahkan, dua di antaranya bakal dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Sumberejo, Maospati, Magetan. Mereka adalah Supiyah dan Sanda. Sedangkan Shufia akan dikebumikan di Pontianak.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.