Alutsista Uzur, DPR: Tak Apa-apa, yang Penting...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bocah bergaya layaknya seorang tentara yang sedang perang saat menaiki kendaraan tempur milik TNI AD dalam pameran Alutsista di Tangerang, Banten, 21 Desember 2014. Pameran tersebut dalam rangka HUT Kodam Jaya dan hari juang Kartika. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Seorang bocah bergaya layaknya seorang tentara yang sedang perang saat menaiki kendaraan tempur milik TNI AD dalam pameran Alutsista di Tangerang, Banten, 21 Desember 2014. Pameran tersebut dalam rangka HUT Kodam Jaya dan hari juang Kartika. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi DPR Pertahanan Mahfudz Siddiq tak mempermasalahkan penggunaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tua. Syaratnya, selama perawatan dan pemeliharaan alutsista sesuai standar dan syarat.

    "Tak apa-apa yang penting audit kelayakan dan perawatan memenuhi. Itulah yang akan kami tanyakan ke Panglima TNI," kata Mahfudz Siddiq, yang juga politikus Partai Keadilan Sejahtera, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2015.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI mendatang memperbarui alutsista TNI. Menurut Presiden, kecelakaan pesawat Hercules C-130 dengan nomor penerbangan A-1310 di Medan, Selasa, 30 Juni 2015, menjadi momentum untuk perubahan.

    Panglima TNI terpilih, Jenderal Gatot Nurmantyo, berjanji bakal memperbarui alat utama sistem persenjataan. "Pembelian alutsista baru dan optimalisasi alutsista lama melalui retrofitting dan repowering," kata Gatot dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR kemarin.

    Ia mengakui TNI tak bisa membeli seluruh alutsista baru karena keterbatasan anggaran. "Bukan berarti alutsista tidak dipakai. Yang penting layak terbang atau tidak. Nanti pengadaan alat baru secara bertahap," kata Gatot.

    Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR, Hanafi Rais, sepakat agar TNI mengaudit permesinan seluruh alutsista. "Lakukan pengetatan pemeliharaan. Toh, buktinya ada beberapa alat kondisinya bagus di negara asalnya," kata Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.