Bertemu Jokowi, Panglima Terpilih Lapor Sudah Disetujui DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Panglima TNI bersama Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, 1 Juli 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Panglima TNI bersama Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, 1 Juli 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Panglima Tentara Nasional Indonesia terpilih Gatot Nurmantyo segera melakukan konsolidasi dan evaluasi pada instansinya. Gatot sendiri telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menggantikan posisi Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI.

    "Arahan presiden segera melaksanakan konsolidasi, mengevaluasi apa yang sudah ada, dan melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan panglima terdahulu dengan evaluasi itu," kata Gatot di halaman Kantor Presiden, Jumat, 3 Juli 2015.

    Dalam pertemuan dengan Jokowi, Gatot juga melaporkan dirinya telah melakukan uji kelayakan dan disetujui DPR menjadi Panglima. Namun, ia belum tahu kapan pelantikan akan dilakukan.

    Sebelum didapuk menjadi panglima, Gatot menjabat Kepala Staf Angkatan Darat. Lulusan Akademi Militer tahun 1982 ini pernah menjadi Gubernur Akademi Militer pada 2009-2010. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat pada 2013-2014.

    Penunjukkan Gatot sempat menuai polemik. Jokowi dianggap mengubah tradisi pengangkatan Panglima TNI sejak pemerintahan Abdurrahman Wahid. Biasanya, jatah panglima dibagi bergilir untuk tiga matra yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, dan TNI Angkatan Laut. Sedangkan Moeldoko dan Gatot sama-sama berasal dari matra loreng hijau.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.