KPK Masih Selidiki Kemungkinan SDA Tersangka Kasus Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, 10 April 2015. Setelah diperiksa selama 9 jam, Suryadharma Ali resmi ditahan oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    Mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, 10 April 2015. Setelah diperiksa selama 9 jam, Suryadharma Ali resmi ditahan oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi masih menyelidiki kemungkinan Suryadharma Ali dijerat sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan Dana Operasional Menteri (DOM). Ia diduga menyelewengkan dana itu saat menjabat sebagai Menteri Agama selama 2009-2014.

    "Kemungkinan selalu ada kalau dalam pendalaman dan pengembangan ditemukan dugaan baru tindak pidana korupsi," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adjie melalui pesan pendek kepada Tempo, Jumat, 3 Juli 2015.

    Hingga saat ini, SDA telah dua kali ditetapkan menjadi tersangka. Pertama, dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji periode 2012-2013 pada 22 Mei 2014. Kasus kedua adalah dugaan korupsi penyelenggaraan haji pada Kemenag namun di tahun 2010-2011, dan ia ditetapkan sebagai tersangka pada 24 Desember 2014.

    Dalam kedua kasus itu, ia disangkakan pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1. Pasal-pasal tersebut mengatur perbuatan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi secara bersama-sama dengan melawan hukum.

    Kamis kemarin, Plt Pimpinan KPK Johan Budi secara sekilas mengatakan bahwa SDA telah ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus DOM. Namun belum menjelaskan pasal sangkaannya. Saksi-saksi juga belum diperiksa. "Saya belum memperoleh laporan dari tim penyidik mengenai itu," kata Indriyanto saat dikonfirmasi Tempo.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.