Wakil Panglima TNI Tak Berasal dari Matra Darat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Panglima TNI bersama Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, 1 Juli 2015. Dalam paparannya, Gatot mengungkapkan TNI akan efektif dan efisien dalam melaksanakan tugasnya menghadapi kondisi global, regional, dan tantangan bangsa ke depan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Panglima TNI bersama Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, 1 Juli 2015. Dalam paparannya, Gatot mengungkapkan TNI akan efektif dan efisien dalam melaksanakan tugasnya menghadapi kondisi global, regional, dan tantangan bangsa ke depan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Panglima TNI terpilih, Jenderal Gatot Nurmantyo, memastikan wakilnya nanti tidak akan berasal dari matra darat. Hal ini untuk menjunjung asas keadilan karena, menurut dia, tak mungkin TNI dipimpin dua orang dari matra yang sama.

    "Panglima Moledoko sudah mengajukan kepada staf kepresidenan agar ada wakil panglima, tapi belum diputuskan. Yang pasti bukan dari darat," ujar Gatot di kantor Presiden, Kamis, 2 Juli 2015.

    Saat ini, Mabes TNI sedang menunggu Presiden Joko Widodo meneken keputusan presiden soal reorganisasi TNI, salah satunya mengatur soal wakil panglima. Jabatan ini dibutuhkan untuk memberikan fungsi komando ketika panglima tak ada di tempat. Gatot mengaku belum tahu apakah wakilnya nanti akan dilantik bersamanya. "Semuanya masih seandainya, menunggu aturannya keluar dulu," katanya.

    Sebelum didapuk menjadi panglima, Gatot menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Lulusan Akademi Militer 1982 ini pernah menjadi Gubernur Akademi Militer pada 2009-2010. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat pada 2013-2014.

    Penunjukan Gatot sempat menuai polemik. Jokowi dianggap mengubah tradisi pengangkatan Panglima TNI sejak pemerintahan Abdurrahman Wahid. Biasanya jatah panglima dibagi bergilir untuk tiga matra, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, dan TNI Angkatan Laut. Moeldoko dan Gatot sama-sama berasal dari matra loreng hijau.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.