Tragedi Angeline: Saksi Ungkap Kebiasaan Margriet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angeline bocah cantik berumur 8 tahun diketahui telah diasuh oleh Telly Margareth (kiri) di Denpasar, Bali. facebook.com

    Angeline bocah cantik berumur 8 tahun diketahui telah diasuh oleh Telly Margareth (kiri) di Denpasar, Bali. facebook.com

    TEMPO.CODenpasar -Tim Penyidik Kepolisian Daerah Bali memeriksa seorang saksi tambahan dalam kasus kematian Angeline. Cal, 55 tahun—nama saksi itu—memiliki keterangan yang semakin memberatkan Margriet Megawe sebagai tersangka dalam kasus penelantaran ataupun pembunuhan Angeline.

    “Dia tahu bagaimana keseharian Margriet memperlakukan Angeline di rumah,” kata Ketua Tim Kuasa Hukum Angeline, Haris Arthur Hedar, setelah mendampingi Cal menjalani pemeriksaan, kemarin sore.

    Kepada Tempo, sebelum menjalani pemeriksaan tersebut,  ia  memang mengaku pernah menumpang di rumah kos milik Margriet selama hampir setahun pada 2012-2013. Dalam perbincangan itu, ia mengungkapkan bagaimana Margriet lebih sayang kepada kucing peliharaannya ketimbang anak angkatnya tersebut.

    Cal antara lain pernah mendapati Angeline menderita batuk berdarah dan meminta Margriet membawa anaknya ke puskesmas, tapi ia menolak dengan alasan sudah punya obat batuk.

    Baca juga: EKSKLUSIF: Ditelantarkan Margriet, Lidah Angeline Ada Darah

    Soal makanan, Angeline juga kurang mendapat perhatian. Cal  mengaku pernah harus memberi makan bocah itu. Bentakan-bentakan pun kerap terdengar. Belum lagi bekas cubitan berwarna kebiruan yang sering ia lihat di paha Angeline. “Saat ditanya, bocah malang itu ngomong dicubit mamanya,” katanya.

    Secara terpisah, kubu Margriet mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Denpasar, kemarin. Mereka yang menolak menanggapi kesaksian Cal  itu mempermasalahkan penetapan tersangka atas Margriet sebagai pembunuh Angeline, yang dinilai tak disertai cukup bukti. “Ini bukan persoalan menang atau kalah, tapi soal mencari kebenaran,” kata Hotma Sitompoel, salah satu kuasa hukum Margriet.

    Hotma meragukan bahwa bukti-bukti dari Laboratorium Forensik hasil beberapa kali olah tempat kejadian perkara sudah di tangan Kepala Polda saat penetapan tersangka dilakukan. “Sampai hari ini, kami belum melihat adanya barang bukti. Semoga di sidang praperadilan akan diperlihatkan kalau memang ada,” ujarnya.

    DAVID PRIYASIDHARTA | ROFIQI HASAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.