Hercules Jatuh Diduga Akibat Rusaknya Mesin Nomor 4

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Dwi Badarwanto, memberi penjelasan kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Dwi Badarwanto, memberi penjelasan kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI Angkatan Udara Marsma Dwi Badarwanto menegaskan bahwa pesawat Hercules yang jatuh di Medan Selasa lalu masih layak terbang karena masih dirawat dengan baik.

    Menurut Badarwanto, dugaan sementara kecelakaan Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara di Medan adalah kerusakan pada mesin pesawat nomor 4. "Berdasarkan pengalaman penerbang, secara teori itu bisa di-recover karena ketinggiannya masih rendah," ujar Dwi Badarwanto, Kamis kemarin, di Lanud Halim Perdanakusuma. Ia menambahkan bahwa yang menjadi masalah adalah adanya antena radio di lokasi tersebut. "Tapi itu belum menjadi kesimpulan akhir karena pihak TNI masih melakukan investigasi," kata dia.

    Dwi Badarwanto mengatakan jika tidak ada antena, menurut pengalaman penerbang, kejadian itu bisa diselamatkan. Idealnya, kata dia, pangkalan udara TNI, ring paling luar, berjarak 5 kilometer, tidak ada obstacle atau penghalang.

    Kadispen TNI AU juga mengatakan investigasi masih terus dilakukan oleh pihak TNI Angkatan Udara dan akan melibatkan sejumlah ahli.

    RIDIAN EKA SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.