Warga Lereng Sinabung Diusulkan Direlokasi Permanen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi seorang warga saat melihat awan hitam yang keluar dari erupsi Gunung Sinabung di desa Tiga Serangkai, Karo, Sumatera Utara, 24 Juni 2015. Gunung Sinabung statusnya menjadi Awas pada level 4, warga di sekitar kaki gunung juga diminta waspada terutama pada radius 3 kilometer. REUTERS/Beawiharta

    Ekspresi seorang warga saat melihat awan hitam yang keluar dari erupsi Gunung Sinabung di desa Tiga Serangkai, Karo, Sumatera Utara, 24 Juni 2015. Gunung Sinabung statusnya menjadi Awas pada level 4, warga di sekitar kaki gunung juga diminta waspada terutama pada radius 3 kilometer. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono meminta warga yang tinggal di dalam radius bahaya Gunung Sinabung direlokasi permanen. Letusan Gunung Sinabung yang diperkirakan terjadi hingga enam tahun mendatang dinilai membahayakan warga sekitar. 

    "Saya usulkan relokasi. Radius empat kilometer, dan radius lima kilometer arah tenggara, selatan, dan timur harus dikosongkan selamanya," kata Surono setelah melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2015. 

    Dibandingkan dengan beberapa gunung api lain di dunia, kata pria yang akrab dipanggil Mbah Rono ini, erupsi yang terjadi di Sinabung berpotensi terjadi dalam jangka waktu yang lama. "Kurang-lebih lima tahun. Potensinya 93 persen," katanya. Kemungkinan lainnya, muncul letusan besar seperti yang terjadi pada Gunung Merapi. 

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta penanganan erupsi Gunung Sinabung dilakukan lebih serius. Sebab erupsi mungkin akan berlangsung terus selama lima tahun.‎ Jokowi mengatakan masyarakat di sana sudah enggan dikunjungi karena merasa pemerintah tak kunjung menyelesaikan masalah. "Hanya dikunjang-kunjungi tapi tidak menyelesaikan masalah, untuk apa?" ujar Jokowi.

    Jumlah pengungsi Sinabung sendiri saat ini tercatat 3.150 kepala keluarga atau 10.645 jiwa. Di antara pengungsi tersebut ada 780 lansia, 76 ibu hamil, 220 bayi, dan 747 balita. Mereka adalah kelompok rentan pengungsi yang harus memperoleh perhatian khusus.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.