Jokowi Minta Pembaruan Alutsista, JK: Tahun Depan...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan melakukan evakuasi puing pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Medan, Sumatera Utara, 1 Juli 2015. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Petugas gabungan melakukan evakuasi puing pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Medan, Sumatera Utara, 1 Juli 2015. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Jakarta -  Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah akan menambah anggaran untuk alat utama sistem pertahanan (alutsista) tahun depan. Keputusan ini diambil untuk menghindari penggunaan alutsista yang sudah tak layak pakai.

    "Iya, tentu sesuai dengan anggaran. Kita tidak bisa langsung kasih. Itu harus. Nanti kita tambah di anggaran 2016," kata JK di Grand Sahid, Kamis, 2 Juli 2015.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI melakukan perombakan secara mendasar terhadap manajemen alutsista TNI.

    Industri pertahanan dalam negeri, kata Jokowi, harus terlibat dalam perombakan itu, di antaranya dalam proses rancang bangun, produksi, operasionalisasi, dan pemeliharaan alutsista serta pemusnahan alutsista yang sudah tak layak pakai. ‎Menurut Jokowi, pengadaan alutsista harus diarahkan kepada kemandirian industri pertahanan. Tujuannya, Indonesia bisa sepenuhnya mengendalikan kesiapan operasional alutsista.

    Pesawat milik TNI Angkatan Udara berjenis C-130 Hercules dengan nomor A-1310 jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa, 30 Juni 2015. Pesawat itu dipiloti Kapten Sandy Permana, lulusan Akademi Angkatan Udara 2005. Hercules nahas itu lepas landas dari Pangkalan Udara Suwondo, Medan, pukul 11.48 WIB, dengan tujuan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

    TIKA PRIMANDARI | FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.