Bisa Jadi, Lockheed Martin Dilibatkan dalam Investigasi Hercules Jatuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat terbang C-130 Hercules, merupakan salah satu pesawat angkut yang sangat diandalkan oleh TNI AU. Tidak terhitung misi tempur dan kemanusiaan yang telah dijalaninya, walaupun berusia cukup tua namun masih dapat diandalkan. Berikut ini rangkaian foto, tentang bagaimana sebuah pesawat legendaris Hercules dirawat. TEMPO/Abdi Purnomo

    Pesawat terbang C-130 Hercules, merupakan salah satu pesawat angkut yang sangat diandalkan oleh TNI AU. Tidak terhitung misi tempur dan kemanusiaan yang telah dijalaninya, walaupun berusia cukup tua namun masih dapat diandalkan. Berikut ini rangkaian foto, tentang bagaimana sebuah pesawat legendaris Hercules dirawat. TEMPO/Abdi Purnomo

    TEMPO.COJakarta - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Dwi Badarwanto di Jakarta, Rabu malam, 1 Juli 2015, menyatakan, “Terbuka peluang melibatkan pabrikan C-130 Hercules, Lockheed Martin, dalam investigasi kecelakaan pesawat angkut berat kami itu.” 

    Lockheed Martin--dulu Lockheed--merupakan pabrikan C-130 Hercules, di antaranya tipe C-130B berbadan pendek yang dioperasikan Skuadron Udara 32, yang salah satu pesawat terbangnya jatuh di Medan, Selasa siang, 30 Juni 2015. 

    Lockheed Martin berkantor pusat di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat. C-130 Hercules--kini telah diproduksi versi paling canggih, C-130J, yang diisi instrumen digital dan sejumlah besar pembaruan penting--merupakan salah satu produknya yang legendaris. 

    Indonesia menjadi operator perdana C-130 Hercules di belahan selatan dunia, bahkan mendahului Australia, Kanada, dan Inggris sebagai sekutu Amerika Serikat. 

    Skuadron Udara 32 merupakan skuadron udara transportasi berat yang semua armadanya terdiri atas C-130B dan C-130H (bodi panjang), yang bermarkas di Pangkalan Udara Utama TNI AU Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur. 

    Satu dari armada C-130B-nya, yaitu yang bernomor registrasi A-1310 keluaran 1964, jatuh hanya dua menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU Suwondo, Medan, pada pukul 11.48 WIB. 

    Di dalam kabinnya terdapat 100 (bukan 101) penumpang sipil yang semuanya punya pertalian keluarga dengan anggota TNI AU dan 12 awak. 

    “Dalam menginvestigasi penyebab kecelakaan penerbangan militer, kami memiliki tim gabungan, yang terdiri atas banyak pihak. Sebutlah Dinas Keselamatan Penerbangan dan Kerja, Dinas Aero, Dinas Material, dan lain-lain,” tuturnya. 

    Tim ini, ujar dia, sedang bekerja di lokasi kejadian kecelakaan itu. Puing C-130B Hercules nomor registrasi A-1310 itu kini sedang dalam proses evakuasi dari Jalan Jamin Ginting, Medan, lokasi peristiwa menyedihkan itu terjadi. 

    “Tentu kami ingin sesegera mungkin mengetahui penyebabnya, namun pasti memerlukan proses. Intinya, kami akan melakukan semua hal yang bisa kami lakukan untuk itu. Ini pengalaman menyedihkan yang tidak terperikan untuk dikatakan,” ucapnya.  “Termasuk melibatkan pabrikan Hercules jika perlu.”

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.