EKSKLUSIF: Kisah Pilu Angeline Selama Hidup dengan Margriet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angeline. (Ilustrasi: Indra Fauzi)

    Angeline. (Ilustrasi: Indra Fauzi)

    TEMPO.CO, Denpasar - Tim Penyidik Kepolisian Daerah Bali bakal mendapatkan 'amunisi' baru untuk menjerat tersangka Margriet Megawe atas terbunuhnya anak angkatnya, Angeline. Juru bicara Tim Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2T P2A) Kota Denpasar, Siti Sapura, mengatakan pihaknya akan mengajak sejumlah saksi ke Polda Jawa Timur untuk memberikan keterangan di hadapan penyidik, Kamis, 2 Juli 2015.

    Tempo sempat berbincang dengan Cal, 55 tahun, Kamis pagi ini, 2 Juli 2015, di sebuah hotel di kawasan Teuku Umar, Kota Denpasar. Kepada Tempo, Cal mengaku kenal dekat dengan Margriet dan mengetahui bagaimana keseharian Margriet memperlakukan Angeline di rumah. Cal mengaku sempat tinggal di tempat kos milik Margriet selama sebelas bulan. "Saya sering pergi bersama dengan Telly (Margriet) dan Angeline bertiga naik motor. Angeline duduk di depan, saya di belakang," kata Cal kepada Tempo.

    Cal menceritakan bagaimana Margriet memperlakukan anaknya ini tidak seperti ibu pada umumnya yang memberikan kasih sayang kepada anaknya. "Sejak umur tiga tahun, Angeline sudah mandi sendiri," kata Cal kepada Tempo. Soal makanan Angeline, juga sangat kurang diperhatikan oleh Margriet. Bentakan-bentakan juga kerap terdengar dilontarkan Margriet terhadap Angeline.

    Cal juga mengatakan Angeline sering menerima cubitan-cubitan dari ibu angkatnya itu. Soal cubitan ini, Cal mengatakan berdasarkan pengakuan Angeline sendiri kepada dirinya. Cal juga sering melihat warna kebiru-biruan pada paha Angeline. Saat ditanyakan kepada Angeline, bocah malang itu ngomong kalau dicubit mamanya. Seperti diberitakan, Margriet sudah dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja dan penelantaran anak.

    Angeline yang dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015, ditemukan tewas mengenaskan pada 10 Juni 2015. Jasad bocah delapan tahun itu dikubur di halaman belakang dekat kandang ayam di dalam rumah Margriet di Jalan Sedap Malam. Hasil otopsi terhadap jenazah Angeline menunjukkan banyak ditemukan luka lebam pada sekujur tubuhnya. Luka bekas sundutan rokok dan jeratan tali juga ditemukan pada leher bocah itu.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.