Tolak Status Tersangka, Margriet Dinilai Tak Kooperatif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara Hotma Sitompoel, memberikan keterangan pers bersama kedua anak kandung Margriet, Yvonne Caroline Megawe dan Christina Telly Megawe (kanan) usai menemui ibunya yang sedang diperiksa di Markas Polda Bali, Denpasar, Bali, 17 Juni 2015. Margriet diperiksa karena diduga terlibat dalam kasus tewasnya Angeline, anak asuhnya berumur 8 tahun di rumahnya. TEMPO/Johannes P. Christo

    Pengacara Hotma Sitompoel, memberikan keterangan pers bersama kedua anak kandung Margriet, Yvonne Caroline Megawe dan Christina Telly Megawe (kanan) usai menemui ibunya yang sedang diperiksa di Markas Polda Bali, Denpasar, Bali, 17 Juni 2015. Margriet diperiksa karena diduga terlibat dalam kasus tewasnya Angeline, anak asuhnya berumur 8 tahun di rumahnya. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menilai Margriet Christina Megawe yang diduga sebagai otak pembunuhan Angeline,tak kooperatif kepada Polisi. Musababnya, Margriet menolak diperiksa sebagai tersangka pembunuhan oleh Kepolisian Bali.

    "Kalau sudah seperti itu, maka bisa dipastikan dia tak kooperatif," kata Arist, saat dihubungi, Kamis, 2 Juli 2015.

    Menurut Arist, Margriet tidak bisa menolak diperiksa oleh Polisi. "Sudah seharusnya dia dimintai keterangan terkait penetapan tersangka sebagai pembunuh Angeline."

    Arist meminta Polisi mengupayakan Margriet tetap diperiksa. Tujuannya,  untuk menguatkan bukti Kepolisian saat di pengadilan nanti. "Meskipun Margriet memang mempunyai hak secara hukum untuk menolak diperiksa oleh Polisi," ujarnya.

    Dia heran alasan Margriet menolak keras diperiksa Polisi. Arist menduga, Margriet menolak diperiksa lantaran dalam pemeriksaan sebelumnya sebagai saksi, dia tidak didampingi pengacara.

    "Makanya dia bisa keras menolak, pasti ada sesuatu hal yang dianggap janggal. Padahal, ketika dia ditetapkan tersangka dalam kasus penelantaran anak dia kooperatif. Polisi harus bisa meyakinkan," kata Arist.

    Setelah tidak mau menjalani uji kebohongan pada Selasa, 30 Juni 2015, Margriet  menolak diperiksa lagi sebagai tersangka. Menurut Dion Pongkor, kuasa hukum Margriet, kliennya hanya mau diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Agustinus Tai.

    Margriet dijerat dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja, dan pasal penelantaran anak.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?