HERCULES JATUH: Soal Pesawat Uzur, Ini Reaksi TNI AU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan paskhas TNI AU membawa 16 jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan, dalam upacara penyambutan dan pelepasan jenazah oleh Presiden RI Joko Widodo, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, 1 Juli 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Pasukan paskhas TNI AU membawa 16 jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan, dalam upacara penyambutan dan pelepasan jenazah oleh Presiden RI Joko Widodo, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, 1 Juli 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO , Jakarta: Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Dwi Badarmanto membantah jika faktor usia disebut sebagai penyebab jatuhnya pesawat Hercules C-130B di Medan Selasa lalu. Dia mengatakan sampai saat ini proses investigasi jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan A-1310 itu masih berlangsung.

    "Tidak sepenuhnya betul, kalau alutsista (alat utama sistem persenjataan) tua tapi selama pemeliharaannya bagus tentu masih bisa dioperasikan dengan baik," kata Dwi ketika dihubungi Tempo, Rabu, 1 Juli 2015.

    Meski begitu Dwi membenarkan jika sejumlah pesawat milik TNI AU berusia uzur. Mulai dari pesawat angkut, pesawat latih, hingga pesawat tempur.

    TNI Angkatan Udara pun menanggapi positif komitmen Presiden Joko Widodo yang akan konsentrasi memperbarui alutsista udara. Sebab bagai mana pun juga, alutsista baru lebih unggul dibanding yang sudah berusia tua. "Tapi soal pembelian alutsista itu bukan ranah kami, tapi pemerintah," kata Dwi.

    Pesawat Hercules C-130B milik TNI AU dengan nomor penerbangan A-1310 jatuh menimpa permukiman warga di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Selasa siang, 30 Juni 2015. Tim evakuasi gabungan telah menemukan 142 jenazah dan berhasil mengidentifikasi 44 di antaranya. TNI masih menyelidiki akibat persis pesawat buatan 1964 itu jatuh. Banyak pihak berspekulasi umur pesawat yang mencapai 50 tahun menjadi penyebab jatuhnya pesawat itu.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.