Jenazah Empat Anggota TNI Korban Hercules Tiba di Semarang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan paskhas TNI AU menggotong jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan, dalam upacara penyambutan dan pelepasan jenazah oleh Presiden RI Joko Widodo, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, 1 Juli 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Pasukan paskhas TNI AU menggotong jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan, dalam upacara penyambutan dan pelepasan jenazah oleh Presiden RI Joko Widodo, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, 1 Juli 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Semarang - Empat jenazah anggota TNI Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) asal Semarang tiba sekitar pukul 20.30, Rabu, 1 Juli 2015. Ada lima anggota Penerbad yang menjadi korban insiden kecelakaan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara di Medan.

    “Namun hanya empat yang diturunkan di Semarang, satu langsung dibawa dari Medan ke Aceh karena orang tuanya di Aceh,” kata Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat Brigadir Jenderal Benny Susianto saat persiapan menyambut upacara kedatangan jenazah, Rabu, 1 Juli 2015.

    Tercatat anggota Penerbad yang tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang, adalah Sersan Kepala Lutfi, Sersan Dua Taufik Setyobudi, Sersan Dua Sri Febri Ramadhan, dan Sersan Dua Joko Purwanto.

    Dari empat jenazah itu, dua di antaranya langsung dimakamkan di Semarang malam itu juga. Sedangkan satu dikirim ke Kabupaten Sragen, dan satu lagi dikirim ke Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Banjar. “Sesuai keinginan keluarga, dua anggota kami di Semarang langsung dimakankan kapan pun datangnya,” ujar Benny.

    Sebenarnya terdapat satu jenazah lagi yang dibawa oleh pesawat Hercules saat mendarat di Semarang, yakni jenazah Kapten pilot Sandy Permana. Namun, karena harus diserahkan dulu ke kesatuan Angkatan Udara di Malang, jenazah dilanjutkan dibawa ke Malang hari ini juga.

    Benny mengatakan kelima anggota pasukan Penerbangan Angkatan Darat yang menjadi korban musibah kecelakaan pesawat sedang tugas rutin. 

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.