Keluarga Korban Hercules Histeris Saat Kenali Jenazah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota keluarga korban musibah jatuhnya pesawat Hercules berpelukan sambil menangis di Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, 1 Juli 2015. AP/Binsar Bakkara

    Anggota keluarga korban musibah jatuhnya pesawat Hercules berpelukan sambil menangis di Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, 1 Juli 2015. AP/Binsar Bakkara

    TEMPO.COJakarta - Hingga hari ini, sudah sekitar 56 jenazah korban pesawat Hercules C-130 milik TNI AU yang teridentifikasi. Total jenazah yang ada di posko DVI Biddokes Kepolisian Daerah Sumatera Utara di instalasi jenazah Rumah Sakit Adam Malik sekitar 142 jenazah.

    Beberapa keluarga korban yang tidak sabar tampak berusaha membuka sendiri kantong mayat yang ada di pelataran instalasi jenazah. Seperti keluarga korban Ester Josephine, 17 tahun, siswa kelas III SMA penumpang Hercules dengan tujuan akhir Natuna. Ester berangkat berdua dengan adiknya, Rita Yunita Br. Sihombing, 14 tahun. Mereka ingin pulang ke tempat orang tuanya, Sertu Sahata Sihombing, yang bertugas di Natuna.

    “Mereka pulang karena sedang liburan sekolah,” ujar Mikail Sirait, 45 tahun, paman kedua korban.

    Karena hingga siang tadi tak juga mendapat kejelasan, keluarga Ester dengan inisiatif sendiri membuka satu per satu kantong jenazah yang ada di pelataran instalasi jenazah tersebut. Ketika sampai pada kantong paling ujung, meledaklah tangis mereka. Di situ, mereka menemukan jenazah Ester, lengkap dengan baju putih, pakaian terakhirnya sebelum naik pesawat, dalam posisi meringkuk.

    “Esterrr … !” teriak bibinya sambil menangis. Salah satu paman Ester memeluk kepala jenazah yang sudah menghitam karena terbakar itu. Tak dipedulikannya lagi bau dan segala kotoran yang ada pada badan jenazah.

    Jenazah Rita Yunita ditemukan tak lama setelah itu, juga dalam kondisi yang tak jauh berbeda, hitam gosong terbakar dahsyatnya ledakan Hercules C-130 yang menghujam bumi. “Rencananya kami makamkan di Sumbul, dekat Sidikalang,” ujar Mikail Sirait, mewakili pihak keluarga.

    Sebelum dimakamkan, kedua jenazah, karena termasuk keluarga besar TNI AD, akan dibawa dulu ke Rumah Sakit Angkatan Darat Putri Hijau. Barulah setelah itu jenazah tersebut dibawa pulang oleh keluarga masing-masing.

    SALOMON PANDIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.